Menu

Mode Gelap
Bupati Bintan Sambut Kunjungan Wamen BKKBN, Dorong Lansia Tetap Produktif dan Perkuat Pencegahan Stunting Pengguna Jalan Diminta Waspada, Kawanan Lebah Berkumpul di Pasar Pagi Letung PWI Karimun dan PT Timah Tbk Berkolaborasi Serahkan 1 Ekor Sapi Kurban Untuk Masjid Al Muhajirin di Perumahan Gladiola Mengenal Minyak Non Konvensional (MNK): Energi Masa Depan yang Tersembunyi di Perut Bumi Indonesia BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Petir Guyur Sejumlah Wilayah Kepri pada Selasa 26 Mei 2026 Imigrasi Selatpanjang Perketat Pengawasan Orang Asing di Meranti, Jalur Tikus hingga Overstay Jadi Sorotan

Riau

Tagih Janji Gubri, Massa Aksi Tolak Relokasi dari TNTN Lempar Botol

badge-check


					Polisi garda terdepan menerima aksi massa tolak relokasi di kantor gubernur Riau. Perbesar

Polisi garda terdepan menerima aksi massa tolak relokasi di kantor gubernur Riau.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Matahari masih condong ke Barat, suara deru truk dan kemacetan menghiasi Jalan Sudirman, tepatnya di depan Kantor Gubernur Riau. Ribuan orang dari Pelalawan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) datang kembali menagih janji Gubernur Riau, terkait solusi atas aksi serupa sebelumnya, menolak relokasi dari Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Mereka datang dengan truk-truk terbuka, membawa poster, spanduk. Mereka memenuhi jalanan, memadati kawasan hingga ke depan Perpustakaan Soeman HS. Sementara di hadapan mereka berdiri pagar betis aparat berseragam lengkap, dengan tameng, helm, dan pentungan.

Pekikan massa saling bersahutan membakar semangat, menantang panas “berdengkang” matahari dan ketegangan. Dalam kondisi itu, situasi sempat memanas. Botol air mineral melayang dari kerumunan ke arah aparat. Sorak massa meninggi. Ketegangan memuncak. Namun sebelum segalanya berubah menjadi kerusuhan suara dari pengeras aparat menggelegar, meminta massa menahan diri.

“Koordinator aksi, tolong hentikan. Jangan sampai kami mengambil tindakan tegas,” ujar seorang petugas, menahan garis yang nyaris jebol.

Ketegangan surut. Emosi ditahan, tapi kekecewaan tetap menggelegak. Ini bukan kali pertama mereka datang menagih janji. Sebulan sebelumnya, tanggal 18 Juni, mereka telah berdiri di tempat yang sama. Saat itu Gubernur Riau, Kapolda, dan Bupati Pelalawan turun langsung. Mereka berjanji, meminta waktu satu bulan untuk mencari solusi atas konflik lahan di kawasan TNTN. Satu bulan telah lewat, namun menurut massa, tak ada langkah nyata yang terlihat.

Sebagian perwakilan akhirnya diperbolehkan masuk ke dalam kantor Gubernur. Di Ruang Melati, mereka disambut oleh Bupati Pelalawan, Zukri Misran, dan Kepala Dinas Perkebunan Riau, Syahrial Abdi, mewakili Gubernur Riau Abdul Wahid yang tengah bertugas di Kabupaten Kampar.

Sementara di luar, ribuan lainnya tetap bertahan. Beberapa duduk di aspal, yang lain berdiri dengan tangan mengepal dan mata penuh harap menatap gedung megah di hadapan mereka. (RK5)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sidak PKS dan Keluarkan Surat Edaran, Bupati Siak: Jangan Permainkan Harga TBS Petani!

25 Mei 2026 - 14:16 WIB

Ruang Asa Project Bersama HIMA Fisioterapi Universitas Awal Bros Hadirkan Kepedulian untuk Lansia Lewat Program “Lansia Sehat”

25 Mei 2026 - 08:10 WIB

Tim FIB UNILAK Laksanakan Pengabdian Masyarakat Usung Randai Kuantan Singingi di SMAN 10 Pekanbaru

24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Kurban Masjid Ar-Rahim Gading Marpoyan Ditargetkan 16 Ekor Sapi

24 Mei 2026 - 20:43 WIB

Zikir Listrik

24 Mei 2026 - 07:32 WIB

Trending di Minda