Menu

Mode Gelap
Pengembangan Kasus, Polsek Pinggir Ringkus Pelaku Narkotika di Pematang Pudu, 7 Paket Sabu Disita Transaksi Sabu Digagalkan, Polisi Amankan V.A di Jalur Lintas Pekanbaru–Pinggir Langkah Terakhir Menuju Pucuk BSP di Tangan Bupati Siak Kisruh Larangan Pengiriman Ikan di MV VOC Batavia, Kapolsek Jemaja Imbau Hentikan Ego Sektoral, Minta Semua Pihak Duduk Bersama Sosialisasi KUHP Baru, BSP Zapin Perkuat Mitigasi Risiko Korporasi Pergeseran Ruang Literasi di Era Modern

Tanjungpinang

Pemkot Tanjungpinang Dorong Literasi Budaya Lewat Bedah Buku “Melayukah Aku?”

badge-check


					Suryatati Abdul Manan, penulis buku Melayukah Aku?. F: Ist Perbesar

Suryatati Abdul Manan, penulis buku Melayukah Aku?. F: Ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang terus mendorong penguatan literasi budaya lokal melalui kegiatan bedah buku. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan bedah buku Melayukah Aku? karya mantan Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati Abdul Manan, yang digelar di Gedung Studio Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (22/7/2025).

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, sebagai bagian dari program literasi yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Tanjungpinang, dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik dari Perpustakaan Nasional RI.

Dalam sambutannya, Raja Ariza menegaskan pentingnya merawat budaya melalui literasi lokal. Ia mengapresiasi langkah DPK yang menghadirkan kembali karya Suryatati A. Manan ke ruang publik, mengingat buku tersebut memuat refleksi kritis terhadap identitas dan budaya Melayu.

“Pemkot Tanjungpinang sangat mendukung kegiatan yang memperkuat karakter masyarakat lewat budaya literasi. Ini sejalan dengan misi kami dalam menciptakan SDM yang unggul dan berdaya saing,” ujar Ariza.

Menurutnya, Suryatati bukan hanya tokoh birokrat, tetapi juga figur penting dalam pelestarian budaya Melayu. Melalui karya dan kebijakan, ia turut mewarnai pembangunan berbasis nilai budaya.

Penulis buku, Suryatati A. Manan, menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah terhadap literasi. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kesadaran bersama bahwa kebudayaan harus terus dibicarakan dan diwariskan.

“Saya bangga buku yang saya tulis hampir dua dekade lalu bisa dibedah lagi. Ini langkah kecil, tapi berdampak besar,” kata Suryatati.

Kepala DPK Tanjungpinang, Meitya Yulianty, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program penguatan koleksi lokal perpustakaan. Sebelumnya, buku Adat Perkawinan Melayu karya Tamrin Dahlan juga telah dibedah pada 16 Juli 2025.

“Melalui diskusi ini, kami ingin mendekatkan masyarakat pada penulis lokal, sekaligus memantik semangat menulis dan berpikir kritis. Harapannya, peserta bisa menjadi agen literasi di lingkungannya,” ucap Meitya.

Bedah buku ini menghadirkan narasumber Rendra Setyadiharja, serta diikuti sekitar 50 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, akademisi, guru, pegiat literasi, hingga masyarakat umum. (RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SDN 006 Tanjungpinang Timur Kangkangi Juknis O2SN, Hak Atlet “Dikebiri”

5 Mei 2026 - 10:49 WIB

Penari Belia sampai Lansia Ikut Menari Satu Jam Tanpa Henti

30 April 2026 - 06:33 WIB

Misni Resmi Jadi Sekda, Tonggak Baru Kepemimpinan Perempuan di Kepri

28 April 2026 - 07:53 WIB

Gubernur Ansar Lantik Misni sebagai Sekda Definitif Kepri, Perempuan Pertama Pegang Tongkat Komando Birokrasi

27 April 2026 - 13:08 WIB

Semarak Hari Nelayan Nasional ke-66, Pesisir Senggarang Dipenuhi Antusiasme Masyarakat

26 April 2026 - 16:31 WIB

Trending di Tanjungpinang