RiauKepri.com, SIAK– Jumat, 26 September 2025. Hujan turun perlahan menyelimuti Kota Siak. Dingin menyergap, namun ada hangat yang merambah dari sebuah video singkat yang diunggah Bupati Siak, Afni Zulkifli, ke media sosialnya. Ia menyebut hari itu “berkah” bukan karena agenda besar, bukan pula karena proyek rampung, tapi karena sebuah perjumpaan sederhana yang menyentuh hati.
Di tepi jalan, tak jauh dari sebuah portal, tiga anak perempuan seusia sekolah dasar asik bermain genangan air. Sesekali mereka tertawa, menepuk air dengan telapak kaki. Dari balik kaca jendela mobil dinas, seorang perempuan berhijab hitam menyaksikan itu semua dengan senyum lebar.
“Bu Afni…,” seru salah satu anak itu, mengenali sang pemimpin dari balik kaca mobil.
Afni tersenyum. “Bahagianyo budak-budak ni. Hati-hati yo, awak pun nak main rasonyo,” ujarnya dalam logat khas Melayu Siak, sambil berlalu pelan.
Tapi cerita tak selesai di sana. Di bundaran berikutnya, mobil yang ditumpangi Afni kembali berhenti. Sekelompok pelajar lelaki berdiri di pinggir jalan, tubuh mereka kuyup, salah satu tampak menggenggam rokok. Ada kekhawatiran di wajah mereka ketika Afni menyapa.
“Miko nak balap?” tanya Afni, setengah bercanda.
“Tidak Bu, kawan kami kecelakaan. Kami nunggu dio,” jawab salah satu dari mereka.
“Miko kalau nak balap, lawan Ibu. Tapi bukan di sini, di arena resmi.”
Nada suaranya ringan, tapi penuh makna. Bukan amarah yang muncul, melainkan kepedulian. Ia menegur dengan kasih, seperti seorang ibu yang tak ingin anaknya salah jalan.
“Itu, usah merokok. Buang rokok tu. Kasian orangtua kalian, susah cari duit,” lanjutnya sambil menatap lembut seorang anak yang menyembunyikan rokok di antara celah jari.
Lucunya, di tengah hujan dan petuah yang mengalir, satu per satu pelajar itu malah mendekat, minta selfie. “Minta foto pulak, hari hujan ni…” gumam Afni sambil tersenyum geli.
Meski hanya dari dalam mobil, Afni tetap melayani. Jepretan pertama dan kedua dilalui biasa saja. Tapi di kamera ketiga, sang Bupati perempuan pertama di Siak itu mengangkat tangan, bergaya salam dua jari (fist), seolah menyampaikan pesan semangat dan harapan bagi generasi muda Siak.
Sebelum mobilnya kembali melaju, ia tak lupa meninggalkan pesan: “Jangan merokok, ya. Ingat orangtua kalian.”
Menyapa dengan Hati
Video itu mungkin hanya berdurasi singkat. Tapi kesannya dalam. Di kolom komentar, warganet ramai memuji kehangatan dan kepedulian sang Bupati.
“Masya Allah, sebahagia itu anak-anak sekolah, nak minta foto sama Bu Bupati, udah seperti anak ketemu emaknya,” tulis @Asma Wati.
“Ini baru pemimpin yang merakyat,” komentar @Yarman Yarmalis.
Bahkan ada yang mengaku ingin berkunjung ke rumah dinas sekadar untuk berfoto. “Bu, kami warga Bengkalis, boleh main ke rumah terbuka ibu tu dak? Kami nak foto ngan ibu,” tulis @Intan Tenun Bengkalis.
Afni Zulkifli mungkin tidak menyangka bahwa hari itu, hari biasa yang hujan, bisa menjadi momen luar biasa. Bagi anak-anak itu, mungkin hanya sekadar main air atau minta selfie. Tapi bagi mereka, Afni bukan sekadar pejabat. Afni adalah wajah keibuan dari seorang pemimpin, yang mau berhenti, menyapa, menegur, dan tersenyum, bahkan di tengah hujan sekalipun.
Bagi seorang pemimpin, seharusnya bukan soal podium atau terconggok pada helat seremonial. Tapi tentang siapa yang mau berhenti sejenak, membuka jendela mobil, dan mendengarkan aspirasi yang turun bersama hujan. (RK1)







