Menu

Mode Gelap
BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Petir Guyur Sejumlah Wilayah Kepri pada Selasa 26 Mei 2026 Imigrasi Selatpanjang Perketat Pengawasan Orang Asing di Meranti, Jalur Tikus hingga Overstay Jadi Sorotan Perkuat Keamanan Maritim, Ditpolairud Polda Riau dan Polis Marin Johor Bahru Gelar Rendezvous di Selat Malaka Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025 Polsek Kundur dan Media Bentuk Panitia Qurban Bersama Sidak PKS dan Keluarkan Surat Edaran, Bupati Siak: Jangan Permainkan Harga TBS Petani!

Tanjungpinang

Arsitektur Melayu Jadi Sorotan Global, Wali Kota Tanjungpinang Dorong Generasi Muda Peduli Warisan Budaya

badge-check


					Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menjadi keynote speaker webinar internasional yang digelar secara virtual. Perbesar

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menjadi keynote speaker webinar internasional yang digelar secara virtual.

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Warisan budaya arsitektur Melayu semakin mendapat perhatian di kancah internasional. Hal itu terlihat dalam Webinar Internasional bertajuk “Warisan Budaya Arsitektur Melayu” yang digelar secara virtual, Senin (29/9/2025), dengan menghadirkan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah sebagai pembicara kunci.

Dalam pemaparannya, Lis menekankan bahwa arsitektur Melayu bukan sekadar bentuk bangunan, tetapi juga representasi nilai kehidupan masyarakat Melayu yang sarat makna. “Setiap detail arsitektur Melayu merefleksikan filosofi harmoni, kebersamaan, dan keterhubungan manusia dengan alam. Inilah identitas yang harus terus kita rawat,” ujar Lis.

Menurutnya, pelestarian arsitektur Melayu tidak hanya penting bagi sejarah dan kebudayaan, tetapi juga dapat menjadi kekuatan ekonomi melalui pariwisata. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang berkomitmen menjaga bangunan bersejarah sekaligus memperkuat kegiatan kebudayaan agar tetap relevan di tengah arus globalisasi.

Lis juga mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam pelestarian warisan budaya. “Kegiatan seperti webinar internasional ini menjadi ruang pembelajaran dan kolaborasi lintas negara. Harapannya, generasi muda semakin peduli terhadap kelestarian arsitektur Melayu dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya,” tambahnya.

Webinar ini menghadirkan pakar, akademisi, peneliti, dan praktisi budaya dari berbagai negara. Diskusi berjalan interaktif, membahas tantangan sekaligus strategi menjaga eksistensi arsitektur Melayu di era modern.

Lis menilai forum global semacam ini bisa memperkuat jejaring internasional dan membuka peluang kerja sama untuk menjadikan arsitektur Melayu sebagai identitas budaya sekaligus daya tarik wisata yang memiliki nilai ekonomi dan historis. (RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Petir Guyur Sejumlah Wilayah Kepri pada Selasa 26 Mei 2026

26 Mei 2026 - 00:05 WIB

Imigrasi Tanjungpinang Permudah Pengurusan Paspor Darurat Lewat SILADA

25 Mei 2026 - 13:59 WIB

Hujan Ringan hingga Petir Berpotensi Guyur Kepri pada Senin, 25 Mei 2026

25 Mei 2026 - 00:03 WIB

Nobar Film “Pesta Babi Kolonialisme di Zaman Kita” di Tanjungpinang, Bedah Kritik Militerisasi dan Ketahanan Pangan di Papua

24 Mei 2026 - 10:09 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Ahad 24 Mei 2026: Batam hingga Natuna Berpotensi Diguyur Hujan

24 Mei 2026 - 00:04 WIB

Trending di Kepulauan Riau