Menu

Mode Gelap
Apel Satgas Anti Narkoba 2026, Siak Perkuat Sinergi Berantas Narkotika Membuka Kembali Pemekaran Daerah? Budidaya Rumput Laut Pulau Kasu Berpotensi Jadi Unggulan di Kepulauan Riau Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Laksanakan Koordinasi Program Kampung Nelayan Merah Putih ke DKP Provinsi Kepri Gerak Cepat Polsek Rupat, Pelaku Asusila Anak Berhasil Diamankan Penari Belia sampai Lansia Ikut Menari Satu Jam Tanpa Henti

Nasional

Ledakan Iringi Tarian Api di Langit Dumai, Tak Ada Korban, Tapi Ada Trauma

badge-check


					Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai yang terbakar. (ist) Perbesar

Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai yang terbakar. (ist)

RiauKepri.com, DUMAI – Ketika itu, jarum jam belum menunjukan pukul sembilan malam, langit di atas Kota Dumai mendadak menyala. Lidah api membubung, menari di angkasa, membentuk kilau oranye yang bisa terlihat dari radius beberapa kilometer. Seiring dengan hal itu, suara ledakan membuat tergegau, mengiringi lengak lengok lidah api.

Warga di kawasan Putri Tujuh sontak berhamburan keluar rumah. Ada yang menggenggam anaknya erat-erat, ada yang menelepon kerabat. “Kilang meledak!” begitu suara panik terdengar di antara langkah tergopoh dan pengumuman tak resmi di media sosial, terutama group WhatsApp.

Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai tengah mengalami malam yang tidak biasa. Ledakan yang terjadi pada Rabu malam (1/10/2025) itu memanaskan satu unit di kompleks kilang. Tak butuh waktu lama, petugas, sirine pemadam internal bersuara lantang, bergerak, memjelma menjadi semakin menghororkan suasana.

Delapan unit mobil pemadam milik kilang dikerahkan. Dua lainnya datang dari Damkar Kota Dumai dan Pertamina Patra Niaga Region Sumbagut. Saat itu langit masih merah ketika mereka tiba.

“Petugas penanganan langsung kami turunkan untuk memadamkan api dan mencegah perluasan,” ujar Agustiawan, Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Dumai. Dalam raut wajahnya, yang muncul lewat siaran resmi, tersirat ketegangan. Tapi juga kendali.

Sumber ledakan masih misteri. Namun kesigapan tim tanggap darurat patut diapresiasi. Kurang dari dua setengah jam setelah insiden, pada pukul 23.20 WIB, api berhasil dipadamkan. Tanpa korban jiwa. Tanpa dampak ke unit lain. Situasi dinyatakan aman.

“Langkah penanganan dilakukan sesuai prosedur keselamatan. Area kejadian telah diamankan. Kami juga melakukan pemantauan lingkungan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan,” tutur Agustiawan lagi.

Tak hanya tim internal yang bergerak, koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah dan aparat terkait. Investigasi tengah berjalan. Operasional utama kilang tetap berlangsung, dan aktivitas masyarakat sekitar diklaim tak terganggu.

Namun, bagi warga Putri Tujuh, malam itu menyisakan trauma. Ini bukan pertama kalinya kilang mengeluarkan suara dentuman. “Kami cuma bisa berdoa,” kata seorang warga yang menolak namanya disebut. Kalau sudah meledak, siapa yang bisa lari cepat?

Pertamina meminta maaf. Juga meminta doa. “Keselamatan pekerja, masyarakat, dan fasilitas adalah prioritas utama kami,” ucap Agustiawan dalam pernyataan penutupnya.

Malam di Dumai kembali tenang. Tapi di bawah langit yang menghitam pasca-ledakan, pertanyaan-pertanyaan baru menggelayut. Sampai kapan. Sebab, kejadian seperti ini hampir saban tahun terjadi. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Siak Serahkan Bantuan Alsintan Rp8,7 Miliar untuk 20 Kelompok Tani

29 April 2026 - 19:56 WIB

Pemkab Kepulauan Meranti Borong 4 Penghargaan dari Kemenkeu, Bukti Kinerja Keuangan Transparan dan Tepat Sasaran

29 April 2026 - 17:12 WIB

Tahniah, Siak Juara Pertama Kejurda Futsal Gubernur Riau Cup 2026

28 April 2026 - 20:04 WIB

Menguat, Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih

27 April 2026 - 12:02 WIB

Lagi, BSP Ikut Penanaman 14.505 Pohon Bersama SKK Migas Sumbagut dan KKKS di Riau

27 April 2026 - 10:10 WIB

Trending di Pekanbaru