RiauKepri.com, PEKANBARU- Senja baru saja jatuh di langit Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Kamis (23/10/2025), ketika warga dikejutkan oleh sosok muda yang memanjat sebuah menara jaringan setinggi 40 meter.
Di puncak menara itu, seorang pria berinisial A (22) berdiri gelisah. Di bawah, ratusan pasang mata menatap dengan campur aduk antara cemas dan penasaran. Mereka hanya tahu, pria itu ingin mengakhiri hidupnya karena patah hati.
“Awalnya kami dapat laporan dari warga, ada orang naik ke tower. Katanya mau bunuh diri,” tutur Koptu Mulyo Sabdo, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 08/Tandun Kodim 0313/KPR, yang malam itu turun langsung ke lokasi bersama anggota Polri dan tim Pemadam Kebakaran.
Begitu tiba, petugas mendapati A sudah berada di ketinggian. Berkali-kali dibujuk, pria itu tetap bergeming. “Dia ini diduga diputus pacarnya. Sudah kami bujuk, tapi tidak mau turun,” kata Sabdo.
Namun malam itu, akal sehat dan empati berbicara. Sabdo berpikir, mungkin hanya satu orang yang bisa menyentuh hati A, sang kekasih yang membuatnya patah hati. Ia pun mencari cara menghubungi gadis itu.
Tak lama kemudian, gadis yang dimaksud datang. Suara lirihnya terdengar memanggil dari bawah menara. Dalam keheningan malam yang tegang, kata-kata dari sang pacar perlahan menembus dinding emosi A.
Beberapa menit kemudian, tubuh muda itu mulai menuruni anak tangga besi. Suasana yang semula mencekam berubah menjadi lega. Tepuk tangan spontan terdengar dari warga yang sejak tadi menahan napas.
“Setelah dibujuk pacarnya, akhirnya dia mau turun. Kami langsung bawa ke puskesmas untuk pemeriksaan. Kondisinya sehat,” ujar Sabdo.
Insiden itu menjadi pengingat bagi banyak orang malam itu, bahwa di balik gelapnya keputusasaan, masih ada suara yang bisa memanggil seseorang kembali ke kehidupan. (RK1/*)







