Menu

Mode Gelap
Bupati Bintan Sambut Kunjungan Wamen BKKBN, Dorong Lansia Tetap Produktif dan Perkuat Pencegahan Stunting Pengguna Jalan Diminta Waspada, Kawanan Lebah Berkumpul di Pasar Pagi Letung PWI Karimun dan PT Timah Tbk Berkolaborasi Serahkan 1 Ekor Sapi Kurban Untuk Masjid Al Muhajirin di Perumahan Gladiola Mengenal Minyak Non Konvensional (MNK): Energi Masa Depan yang Tersembunyi di Perut Bumi Indonesia BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Petir Guyur Sejumlah Wilayah Kepri pada Selasa 26 Mei 2026 Imigrasi Selatpanjang Perketat Pengawasan Orang Asing di Meranti, Jalur Tikus hingga Overstay Jadi Sorotan

Riau

Cinta Hampir Membunuhnya, Suara Gadis Itu Menyelamatkan

badge-check


					Pemuda A saat diselamatkan setelah berupaya bunuh diri. (Foto: Ist) Perbesar

Pemuda A saat diselamatkan setelah berupaya bunuh diri. (Foto: Ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU- Senja baru saja jatuh di langit Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Kamis (23/10/2025), ketika warga dikejutkan oleh sosok muda yang memanjat sebuah menara jaringan setinggi 40 meter.

Di puncak menara itu, seorang pria berinisial A (22) berdiri gelisah. Di bawah, ratusan pasang mata menatap dengan campur aduk antara cemas dan penasaran. Mereka hanya tahu, pria itu ingin mengakhiri hidupnya karena patah hati.

“Awalnya kami dapat laporan dari warga, ada orang naik ke tower. Katanya mau bunuh diri,” tutur Koptu Mulyo Sabdo, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 08/Tandun Kodim 0313/KPR, yang malam itu turun langsung ke lokasi bersama anggota Polri dan tim Pemadam Kebakaran.

Begitu tiba, petugas mendapati A sudah berada di ketinggian. Berkali-kali dibujuk, pria itu tetap bergeming. “Dia ini diduga diputus pacarnya. Sudah kami bujuk, tapi tidak mau turun,” kata Sabdo.

Namun malam itu, akal sehat dan empati berbicara. Sabdo berpikir, mungkin hanya satu orang yang bisa menyentuh hati A, sang kekasih yang membuatnya patah hati. Ia pun mencari cara menghubungi gadis itu.

Tak lama kemudian, gadis yang dimaksud datang. Suara lirihnya terdengar memanggil dari bawah menara. Dalam keheningan malam yang tegang, kata-kata dari sang pacar perlahan menembus dinding emosi A.

Beberapa menit kemudian, tubuh muda itu mulai menuruni anak tangga besi. Suasana yang semula mencekam berubah menjadi lega. Tepuk tangan spontan terdengar dari warga yang sejak tadi menahan napas.

“Setelah dibujuk pacarnya, akhirnya dia mau turun. Kami langsung bawa ke puskesmas untuk pemeriksaan. Kondisinya sehat,” ujar Sabdo.

Insiden itu menjadi pengingat bagi banyak orang malam itu, bahwa di balik gelapnya keputusasaan, masih ada suara yang bisa memanggil seseorang kembali ke kehidupan. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sidak PKS dan Keluarkan Surat Edaran, Bupati Siak: Jangan Permainkan Harga TBS Petani!

25 Mei 2026 - 14:16 WIB

Kurban Masjid Ar-Rahim Gading Marpoyan Ditargetkan 16 Ekor Sapi

24 Mei 2026 - 20:43 WIB

Zikir Listrik

24 Mei 2026 - 07:32 WIB

Adat Merantau

23 Mei 2026 - 09:26 WIB

Memanjat Jambat, Menyeberang Sungai dan Jalan Berlumpur, Bupati Afni Antar Seragam ke Pelosok

22 Mei 2026 - 10:06 WIB

Trending di Riau