RiauKepri.com, ANAMBAS – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru di wilayah terluar. Melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serangkaian kegiatan roadshow kini digelar ke sejumlah kabupaten, seperti Anambas, Natuna, dan Lingga. Langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan pemerataan ekonomi di seluruh pelosok Kepri.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, mengatakan bahwa kunjungan ke daerah-daerah tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata dari strategi penguatan ekonomi berbasis koperasi dan UMKM di wilayah kepulauan. “Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya terjadi di Batam atau Tanjungpinang, tapi juga di daerah perbatasan seperti Anambas dan Natuna,” ujarnya.
Saat ini, Riki bersama tim tengah berada di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas. Salah satu kegiatan utama yang dilakukan adalah menghadiri pelatihan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) 2025. Pelatihan ini diikuti sebanyak 84 peserta yang terdiri dari pengurus, pengawas, dan ketua koperasi.
Menurut Riki, peningkatan kapasitas SDM koperasi menjadi faktor penting dalam membangun kemandirian ekonomi daerah. “Koperasi itu adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Kalau pengurusnya tangguh, maka pergerakan ekonomi di desa akan lebih cepat dan berdaya saing,” ungkapnya.
Tak hanya fokus pada pelatihan bagi pengurus koperasi, Dinas Koperasi dan UKM Kepri juga menggelar pelatihan khusus untuk para wakil ketua koperasi. Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan manajerial dan mempercepat pengembangan bisnis koperasi.
“Pelatihan ini kami arahkan pada para wakil ketua yang membidangi sektor usaha. Mereka harus mampu melihat peluang bisnis dan mengelola potensi daerah secara strategis,” kata Riki.
Sebanyak 25 peserta mengikuti kelas khusus tersebut, yang seluruhnya berasal dari koperasi dengan sektor unggulan perikanan dan ketahanan pangan. Dua sektor ini dinilai menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah Kepulauan Anambas.
Riki menjelaskan, pelatihan ini tak hanya sekadar memberikan materi teoretis. Peserta juga dilibatkan dalam praktik penyusunan proposal bisnis, pembahasan akses permodalan bersama Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), hingga strategi membangun jejaring kemitraan. “Kami ingin peserta pulang dengan rencana aksi konkret, bukan sekadar sertifikat,” tegasnya.
Berbeda dengan pelatihan bagi pengurus koperasi yang didanai dari APBN melalui program Dekonsentrasi, kegiatan kelas khusus bagi wakil ketua koperasi ini didanai melalui APBD Perubahan Provinsi Kepri tahun 2025. Kebijakan ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kapasitas pelaku koperasi secara mandiri.
Kegiatan bertema “SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut resmi dibuka oleh Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, bersama Wakil Bupati Raja Bayu di Aula Prof. Muhammad Zein, Kantor Bupati Anambas, Senin (3/11/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Aneng menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pemprov Kepri melalui Dinas Koperasi dan UKM yang turut memperhatikan kebutuhan peningkatan SDM koperasi di daerah perbatasan. “Kami menyambut baik inisiatif ini karena koperasi di Anambas punya potensi besar, hanya perlu sentuhan peningkatan kapasitas,” ujarnya.
Riki pun menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada satu atau dua kabupaten saja. Setelah Anambas, timnya akan melanjutkan kegiatan serupa ke Natuna dan Lingga, menyesuaikan dengan potensi ekonomi khas di masing-masing wilayah.
Menurutnya, daerah perbatasan seperti Anambas dan Natuna memiliki posisi strategis bukan hanya secara geografis, tetapi juga dalam konteks ekonomi maritim dan ketahanan pangan nasional. “Kalau koperasi di daerah ini kuat, maka ekonomi perbatasan juga akan kuat,” ucap Riki.
Ia menambahkan, kegiatan roadshow ini juga menjadi ajang untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku koperasi, serta lembaga keuangan. Tujuannya agar pelaku usaha kecil dan koperasi tidak berjalan sendiri, tetapi mendapat dukungan nyata dari berbagai pihak.
“Kolaborasi adalah kunci. Kami ingin koperasi di Kepri tidak hanya bertahan, tapi berkembang menjadi pemain utama di sektor ekonomi lokal dan nasional,” tutup Riki Rionaldi optimistis. (*)








