Menu

Mode Gelap
Sidak PKS dan Keluarkan Surat Edaran, Bupati Siak: Jangan Permainkan Harga TBS Petani! Polres Bengkalis Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program Jagung Pipil di Kecamatan Bantan Polsek Mandau Ungkap Kasus Sabu di Simpang Padang Bathin Solapan, Satu Pelaku Diamankan Polsek Mandau Kembali Berhasil Mengungkap tindak pidana Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu Gerak Cepat Satresnarkoba, Pengedar Sabu di Jalur Duri–Dumai Berhasil Diamankan Imigrasi Tanjungpinang Permudah Pengurusan Paspor Darurat Lewat SILADA

Tanjungpinang

Ekspor Kepri Capai 18,13 Miliar Dolar AS, Tumbuh 22 Persen dalam Sembilan Bulan

badge-check


					Infografis Sumber BPS Kepri Perbesar

Infografis Sumber BPS Kepri

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat nilai ekspor Kepri sepanjang Januari hingga September 2025 mencapai US$18.138,81 juta atau tumbuh 22,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan tren positif kinerja perdagangan luar negeri Kepri di tengah dinamika ekonomi global.

Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Margaretha Ari Anggorowati, S.Kom., M.T., mengatakan peningkatan ekspor ini mencerminkan kuatnya peran sektor industri pengolahan di wilayah Kepri, khususnya di Batam, yang menjadi pusat kegiatan ekspor manufaktur. “Pertumbuhan ekspor kita masih sangat ditopang oleh produk-produk industri, terutama komoditas mesin, peralatan listrik, serta produk elektronik,” jelasnya dalam rilis resmi BPS, Senin (3/11/2025).

Selain ekspor, nilai impor Kepri juga mengalami kenaikan signifikan. Selama periode Januari–September 2025, nilai impor tercatat sebesar US$16.677,96 juta, naik 34,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas produksi industri yang bergantung pada bahan baku dan barang modal dari luar negeri.

Menurut Margaretha, kenaikan impor tidak sepenuhnya menjadi sinyal negatif. “Peningkatan impor di Kepri sebagian besar berupa bahan baku dan penolong untuk industri. Artinya, sektor manufaktur kita sedang tumbuh dan mempersiapkan kapasitas produksinya,” ujarnya.

Dengan demikian, surplus neraca perdagangan Kepri pada sembilan bulan pertama tahun ini masih terjaga, meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya karena pertumbuhan impor yang lebih tinggi. Namun secara keseluruhan, kinerja ekspor-impor Kepri tetap menunjukkan arah positif.

BPS menilai tren pertumbuhan ekspor Kepri juga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dari negara-negara mitra utama seperti Singapura, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Selain itu, dukungan kawasan perdagangan bebas serta fasilitas industri di Batam, Bintan, dan Karimun menjadi faktor penopang utama daya saing ekspor daerah ini.

“Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan instansi teknis sangat penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ini,” kata Margaretha. Ia menambahkan, BPS akan terus memantau dinamika perdagangan luar negeri Kepri sebagai salah satu indikator penting perekonomian daerah. (RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Imigrasi Tanjungpinang Permudah Pengurusan Paspor Darurat Lewat SILADA

25 Mei 2026 - 13:59 WIB

Hujan Ringan hingga Petir Berpotensi Guyur Kepri pada Senin, 25 Mei 2026

25 Mei 2026 - 00:03 WIB

Nobar Film “Pesta Babi Kolonialisme di Zaman Kita” di Tanjungpinang, Bedah Kritik Militerisasi dan Ketahanan Pangan di Papua

24 Mei 2026 - 10:09 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Ahad 24 Mei 2026: Batam hingga Natuna Berpotensi Diguyur Hujan

24 Mei 2026 - 00:04 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Sabtu 23 Mei 2026: Tanjungpinang dan Batam Berpotensi Diguyur Hujan Petir

23 Mei 2026 - 00:05 WIB

Trending di Kepulauan Riau