RiauKepri.com, TELUKKUANTAN — Seorang bocah perempuan bernama Bunga Mafasya Azhara (5), warga Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, selamat dari gigitan buaya saat mandi di Sungai Kuantan, Kamis (6/11/2025) sore.
Peristiwa itu terjadi ketika Bunga mandi bersama ayahnya di tepian sungai yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari. Tempat itu juga dikenal sebagai lokasi latihan jalur Pendekar Hulu Bukit Tabandang.
“Kejadiannya cepat sekali. Anak saya mandi di pinggir sungai, tiba-tiba dia teriak bilang ada buaya sambil berusaha menarik tangannya. Untung bisa lepas dan langsung lari ke daratan,” ujar Tesya, ibu Bunga, Sabtu (8/11/2025).
Akibat gigitan buaya tersebut, tangan kiri Bunga mengalami luka cukup dalam. Ia segera dilarikan ke Puskesmas Lubuk Ambacang untuk mendapat perawatan.
“Sekarang anak saya sudah di rumah. Alhamdulillah, lukanya tidak perlu dijahit, tinggal penyembuhan saja,” kata Tesya dengan suara lega.
Menurut warga, buaya memang kerap terlihat muncul di sekitar lokasi tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, tak lama setelah kejadian, hewan itu masih tampak mondar-mandir di sungai.
Kepala Desa Lubuk Ambacang, Iid Siswandi, membenarkan bahwa kemunculan buaya di Sungai Kuantan semakin sering dilaporkan warga dari berbagai kecamatan.
“Untuk di Lubuk Ambacang, baru kali ini ada kasus warga diduga digigit buaya. Kami imbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai,” ujarnya.
Iid menambahkan, musim kemarau panjang membuat sebagian sumur warga kering, sehingga banyak yang memilih sungai untuk mandi dan mencuci. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar kejadian seperti ini tidak terulang,” katanya.
Meski sempat diteror buaya, senyum kecil Bunga yang kini mulai pulih menjadi pengingat kuat bagi warga tentang pentingnya kewaspadaan di sungai yang menjadi nadi kehidupan mereka. (RK1/*)







