Riau-Kepri.com, MERANTI – Polres Kepulauan Meranti berhasil mengamankan penutupan Festival Perang Air (Cian Cui) dalam rangka perayaan Imlek Tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Ahmad Yani, Kota Selatpanjang, berlangsung aman dan tertib pada Sabtu sore (21/2/2026).
Penutupan festival tersebut dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah, di antaranya Sestama BNPP RI Komjen Pol Makhruji Rahman, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, Deputi Bidang Pengembangan dan Penanganan; perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Drs. Vinsensius Jemadu, M.B.A.; Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar; Wakil Bupati Muzamil; Ketua DPRD Kepulauan Meranti Khalid Ali; serta sejumlah pejabat utama Polda Riau dan unsur Forkopimda setempat.
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, relawan, aparat keamanan, serta masyarakat yang telah berpartisipasi sehingga festival dapat berjalan lancar.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan aman, tertib, dan meriah. Semoga kegiatan ini semakin mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, serta membawa kesejukan dan kebahagiaan bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melaksanakan kerja bakti setelah kegiatan berakhir agar kebersihan dan keasrian kota tetap terjaga.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan piagam KEN 2026 oleh Sestama BNPP RI Komjen Pol Makhruji Rahman. Ia menyampaikan bahwa momentum festival tahun ini istimewa karena berlangsung di bulan suci Ramadan yang beriringan dengan perayaan Imlek.
“Ini merupakan cerminan nyata harmoni, toleransi, dan persatuan masyarakat Kepulauan Meranti dalam keberagaman. Festival Perang Air (Cian Cui) bukan sekadar permainan air, melainkan warisan budaya yang lahir dari tradisi keluarga masyarakat Tionghoa dan berakulturasi dengan kearifan lokal Melayu,” ungkapnya.
Menurutnya, tradisi tersebut telah berkembang dari kegiatan keluarga menjadi agenda budaya dan pariwisata yang memberikan dampak ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh oleh personel Polres Kepulauan Meranti bersama jajaran Polda Riau melalui patroli dan pengawalan selama rangkaian kegiatan berlangsung. Setelah seremoni penutupan, rombongan tamu undangan menaiki becak yang telah disiapkan untuk mengikuti rangkaian Festival Perang Air melalui rute yang ditentukan panitia.
Festival Perang Air (Cian Cui) yang identik dengan penggunaan pistol air, ember, dan gayung tersebut secara resmi menandai berakhirnya seluruh rangkaian perayaan Imlek Tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti. (RK12).







