Menu

Mode Gelap
Anggota DPRD Batam Ir Anang Adhan Hadiri Pelepasan Ratusan Jamaah Calon Haji di Masjid Agung Raja Hamidah Tes Urine di Kantor Camat Bantan, 3 Pegawai Positif Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 17 April 2026: Hujan Ringan Hingga Sedang Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Sekda Ronny Kartika Paparkan Indeks Profesionalitas ASN pada Latsar CPNS Bintan Angkatan XXI Pencarian Korban Lompat dari Kapal Dumai Line Dihentikan? Pengembangan Kasus, Polsek Bukit Batu Ringkus Dua Pengedar Sabu di Dumai

Riau

Cap Go Meh di Negeri Istana, Afni: Budaya Dongkrak Sektor Pariwisata

badge-check


					Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, hadir di perayaan tahun baru Imlek 2577 Kongzili yang dirangkaikan dengan Cap Go Meh. (Foto: ist) Perbesar

Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, hadir di perayaan tahun baru Imlek 2577 Kongzili yang dirangkaikan dengan Cap Go Meh. (Foto: ist)

RiauKepri.com, SIAK- Ribuan lampion menggantung temaram di langit malam, memantulkan cahaya merah ke wajah-wajah warga yang memadati halaman Kelenteng Hock Siu Kiong, Selasa (3/3/2026) malam.

Di tengah aroma dupa dan riuh tabuhan barongsai, Cap Go Meh tahun ini tak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga panggung pariwisata dan harmoni di jantung Negeri Istana.

Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, hadir di tengah masyarakat dalam Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang dirangkaikan dengan Cap Go Meh. Kehadirannya bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan bahwa budaya adalah aset daerah yang harus dirawat sekaligus dipromosikan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Siak, saya mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2577 dan Cap Go Meh. Kehadiran kita malam ini adalah bukti bahwa Siak adalah rumah besar bagi semua,” ujar Afni.

Malam itu, sekitar 1.500 lampion menghiasi kawasan kelenteng. Warna merah dan emas berpadu dengan arsitektur tua yang telah berdiri sekitar 128 tahun, menjadikan kawasan Pecinan Siak bak ruang waktu yang menghubungkan masa lalu dan masa kini.

Bagi Afni, Cap Go Meh bukan sekadar tradisi tahunan. Ia melihatnya sebagai simbol kuat persatuan dalam keberagaman, terlebih ketika perayaan berlangsung beriringan dengan bulan suci Ramadan.

“Perayaan ini bukan hanya peristiwa budaya, tetapi simbol bahwa perbedaan bukanlah jarak, melainkan kekuatan yang merekatkan kita,” ungkap mantan wartawan itu.

Lebih dari itu, Afni menilai perayaan budaya seperti Cap Go Meh memiliki potensi besar dalam mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Keramaian warga, kehadiran pengunjung dari luar daerah, hingga geliat pedagang kuliner khas Tionghoa menjadi denyut ekonomi yang nyata terasa.

Ketua Panitia, Joni Chang, menyebut perayaan ini sebagai hasil gotong royong seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, Cap Go Meh bukan hanya ritual, tetapi juga ruang silaturahmi yang memperkuat identitas Siak sebagai daerah majemuk.

“Kami berharap momentum ini dapat berkontribusi terhadap promosi pariwisata dan pertumbuhan UMKM di daerah,” ujar Joni.

Afni sendiri mengaku memiliki kedekatan emosional dengan kawasan Pecinan sejak kecil. Ia mengenang bagaimana interaksi lintas etnis telah tumbuh alami jauh sebelum istilah toleransi populer diperbincangkan. “Nilai-nilai ini harus terus kita wariskan kepada generasi penerus,” katanya.

Bupati perempuan pertama di Siak itu juga menyoroti pentingnya mendokumentasikan sejarah hubungan harmonis antara komunitas Tionghoa dan Kesultanan Siak sebagai bagian dari narasi besar kebudayaan daerah. Sebab, kelenteng bukan hanya tempat ibadah, tetapi simpul sejarah yang memperkaya wajah Siak sebagai destinasi wisata budaya.

Rangkaian acara diisi dengan pertunjukan barongsai, penampilan seni budaya, sajian kuliner khas Cap Go Meh, hingga pesta kembang api yang memecah langit malam. Seluruh kegiatan berlangsung aman dan tertib, menjadi etalase toleransi yang hidup di tengah masyarakat.

Di Negeri Istana, Cap Go Meh tahun ini bukan sekadar perayaan. Ia menjelma menjadi pesan bahwa budaya adalah jembatan, pariwisata adalah peluang, dan persatuan adalah fondasi yang membuat Siak tetap berdiri kokoh di tengah keberagaman. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Siak Buka Pelatihan Guru RA, Tekankan Pendidikan Berbasis Cinta

16 April 2026 - 12:47 WIB

10 Nama Lolos Administrasi Calon Direktur BSP, Lanjut UKK di Jakarta

14 April 2026 - 11:43 WIB

Gerindra Puji Bupati Siak, Minta Kepala Daerah Lain Meniru

14 April 2026 - 07:56 WIB

Warga Minas Tutup Jalan Provinsi, Bupati Siak Lapor Gubernur Riau

13 April 2026 - 10:52 WIB

Kolaborasi PT BSP dan World Cleanup Day Riau Tanam 2.000 Pohon di Kampung Dosan

12 April 2026 - 16:26 WIB

Trending di Riau