RiauKepri.com, BINTAN – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) tengah mematangkan rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) di wilayah Kepulauan Riau sebagai langkah strategis memperkuat sistem pertahanan nasional, khususnya di kawasan perbatasan.
Langkah ini tidak sekadar reorganisasi struktural, tetapi merupakan respons terhadap dinamika keamanan global yang semakin kompleks. Wilayah Kepulauan Riau dinilai memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan jalur internasional seperti Selat Malaka dan Laut China Selatan yang rawan terhadap berbagai potensi ancaman.
Komandan Korem 033/Wira Pratama, Brigjen TNI Bambang Herqunanto, menyebutkan bahwa peningkatan status komando menjadi Kodam bertujuan mempercepat pengendalian wilayah sekaligus meningkatkan efektivitas respons terhadap situasi keamanan.
“Pembentukan Kodam ini untuk mempermudah kendali wilayah dan menjawab tantangan keamanan yang berkembang,” ujarnya.
Rencana tersebut juga menjadi bagian dari kebijakan nasional yang lebih luas. Sebelumnya, pemerintah telah meresmikan sejumlah Kodam baru, termasuk Kodam XIX/Tuanku Tambusai yang membawahi wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Kebijakan ini menegaskan prioritas pemerintah dalam memperkuat pertahanan negara melalui penguatan struktur komando teritorial.
Dengan adanya Kodam tersendiri, diharapkan koordinasi pertahanan di Kepri dapat berjalan lebih cepat dan terintegrasi, terutama dalam menjaga stabilitas kawasan perbatasan serta mendukung pembangunan wilayah strategis nasional.
Selain aspek keamanan, keberadaan Kodam juga diproyeksikan memberi dampak positif terhadap sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana, pembinaan wilayah, hingga peningkatan ketahanan nasional di tingkat lokal.
Pembentukan Kodam di Kepulauan Riau pun dipandang sebagai langkah penting dalam mempertegas posisi wilayah ini sebagai garda depan pertahanan Indonesia di kawasan barat. (RK6/*)







