RiauKepri.com, KEPULAUAN RIAU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) pada Selasa, 28 April 2026, didominasi cuaca berawan hingga berawan tebal. Namun, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah, terutama kawasan pesisir utara.
Di Kota Tanjungpinang, cuaca diprediksi berawan sejak pagi hingga malam hari. Suhu udara berkisar antara 25 hingga 31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan relatif tinggi. Kondisi serupa juga terjadi di Kota Batam, yang diperkirakan mengalami cuaca berawan dengan peluang hujan ringan pada sore hari.
Sementara itu, Kabupaten Bintan diprakirakan mengalami cuaca berawan tebal dengan kemungkinan hujan ringan pada siang hingga sore hari. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Untuk wilayah Kabupaten Karimun, kondisi cuaca diperkirakan relatif stabil dengan dominasi berawan sepanjang hari. Meski demikian, terdapat peluang hujan ringan pada malam hari di beberapa wilayah.
Berbeda dengan wilayah lainnya, Kabupaten Lingga berpotensi mengalami hujan ringan sejak siang hari. Suhu udara di wilayah ini diperkirakan berkisar antara 24 hingga 30 derajat Celsius dengan kondisi angin yang cukup bersahabat.
Sementara itu, Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas diprediksi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama pada siang hingga malam hari. Kondisi ini dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas awan hujan di wilayah perairan utara Kepri.
BMKG juga mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar mewaspadai potensi gelombang sedang di perairan Natuna dan Anambas. Kecepatan angin diperkirakan berkisar antara 5 hingga 20 knot dari arah selatan hingga barat daya.
Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kepri masih tergolong kondusif untuk aktivitas harian. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (red)







