RiauKepri.com, BATAM — Budidaya rumput laut di Pulau Kasu, Kota Batam, menunjukkan perkembangan pesat sejak dimulai pada pertengahan Februari 2026. Program yang didukung PT Panglime Lautan Emas ini mulai menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat pesisir setempat.
Inisiatif budidaya bermula dari langkah sederhana seorang tokoh masyarakat, Nafi, yang memanfaatkan sisa sekitar 20 tali bibit rumput laut. Dalam waktu singkat, jumlah tersebut berkembang signifikan hingga mendekati 1.000 tali.
Percepatan pengembangan budidaya ini tidak lepas dari kolaborasi antara pihak perusahaan yang dipimpin Mr. Goh dengan sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Komong dan Awang. Keterlibatan aktif warga dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan program tersebut.
“Awalnya hanya mencoba dari sisa bibit yang ada. Tapi ternyata hasilnya cukup baik dan terus berkembang,” ujar Nafi.
Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, budidaya rumput laut juga membuka peluang ekonomi baru berbasis kelautan di wilayah tersebut.
Kini, sektor ini mulai dilirik sebagai salah satu unggulan di Pulau Kasu. Ke depan, PT Panglime Lautan Emas bersama masyarakat menargetkan perluasan area budidaya hingga sekitar 20 hektare pada akhir 2026.
Target tersebut dinilai realistis melihat tren pertumbuhan yang cepat dalam beberapa bulan terakhir.
Dengan dukungan berbagai pihak, Pulau Kasu berpotensi menjadi sentra produksi rumput laut unggulan di Kepulauan Riau, sekaligus contoh kolaborasi antara investor dan masyarakat dalam mendorong ekonomi berkelanjutan. (RK6/*)







