Menu

Mode Gelap
Kadinkes Anambas Terbitkan 3 ST PPPK, Satu Tenaga Tanpa Surat Tugas Tuai Sorotan Di Balik Sorotan Dana BOS, SMKN 4 Tanjungpinang Minta Pemberitaan Berimbang Myanmar yang Menjadi Dilema Hadir di Trofeo PWI Riau, BRK Syariah Dorong Kolaborasi Positif Bersama Insan Pers Indra Saputra Maju PD Tidar Kepri, Serangkaian Kegiatan Seminar Dilaksanakan 10-11 Mei 2026 Sempat Vakum Akibat Pandemi, Helat Budaya ‘Sabtu Batam Berpuisi’ Kembali Bergema di Rumahitam

Riau

PT BSP Menanam Harapan Hijau di Tengah Riau

badge-check


					Kegiatan menanam pohon PT BSP. (Foto: ist) Perbesar

Kegiatan menanam pohon PT BSP. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Di tengah hiruk-pikuk industri migas yang identik dengan eksplorasi sumber daya alam, PT Bumi Siak Pusako (BSP) memilih menanam sesuatu yang berbeda, harapan bagi lingkungan dan generasi masa depan.

Melalui kolaborasi bersama SKK Migas Sumbagut dan sejumlah KKKS di Riau, BSP ambil bagian dalam program “GROW” atau Green Restoration of Our World, sebuah gerakan penghijauan yang menargetkan penanaman 14.505 bibit pohon di 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau sejak 22 April hingga 25 Mei 2026.

Bagi BSP, menanam pohon bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik bibit mangga, rambutan, jeruk, matoa hingga lengkeng yang ditanam, tersimpan pesan tentang keseimbangan antara alam dan aktivitas industri.

Kegiatan perdana dilaksanakan di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru. Deretan siswa berseragam hijau tampak antusias menyaksikan perusahaan-perusahaan migas turun langsung ke tanah, memegang cangkul, dan menanam bibit bersama.

Kepala SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Slamet Supriyadi, menilai program tersebut menjadi contoh nyata bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga lingkungan.
“Program ini memberi teladan kepada anak-anak kami bahwa menjaga alam bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kadep Forkom SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison, menyebut program GROW bukan sekadar penghijauan, melainkan investasi lingkungan untuk masa depan.

Menurutnya, pohon-pohon buah yang ditanam nantinya tidak hanya menghadirkan udara bersih dan suasana hijau, tetapi juga memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Di antara deretan perusahaan yang terlibat, BSP menunjukkan konsistensinya dalam isu lingkungan. Perusahaan daerah yang bergerak di sektor migas itu beberapa tahun terakhir aktif menjalankan berbagai program penghijauan dan pengelolaan lingkungan di wilayah operasionalnya.

Di Kampung Dosan misalnya, BSP bersama World Cleanup Day Riau menanam 2.000 pohon melalui gerakan “Siak Hijau, Dosan Bedelau”. Program tersebut ditujukan untuk menciptakan kawasan hijau, mencegah banjir, sekaligus menjaga kualitas udara.

Tak hanya itu, BSP juga membantu pengelolaan sampah masyarakat dengan menyalurkan kendaraan roda tiga pengangkut sampah di Kampung Pebadaran, Kecamatan Pusako. Perusahaan juga terlibat dalam normalisasi saluran air dan sungai sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem lingkungan.

Komitmen itu kembali terlihat saat program GROW menyasar Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Kawasan Embung Ekowisata Dayun yang selama ini menjadi destinasi favorit masyarakat Siak dipilih sebagai lokasi penanaman pohon berikutnya.

Kepala Desa Dayun, Nasya Nugrik, mengaku bersyukur karena kawasan embung yang dibangun masyarakat kini mendapat dukungan penghijauan dari perusahaan migas. “Embung ini kami bangun dari awal dengan susah payah. Hari libur, tempat ini ramai dikunjungi masyarakat. Penanaman pohon buah ini tentu akan menambah daya tarik dan manfaat ekonomi bagi warga,” katanya.

Bagi BSP, hubungan dengan lingkungan tidak berhenti pada kewajiban administratif. Tengku Muchlis selaku TM Community Development PT BSP menyebut alam harus tetap diberi ruang hidup setelah bertahun-tahun menjadi sumber energi bagi manusia.

“Kita sudah banyak mengambil dari alam. Maka harus ada yang dikembalikan agar tercipta keseimbangan,” ujarnya.

Ia menggambarkan satu pohon bukan hanya batang dan daun, melainkan rumah bagi banyak kehidupan.
“Ada semut, burung, tupai, serangga, dan makhluk lain yang bergantung di sana. Bayangkan kalau seribu pohon ditanam, berapa banyak kehidupan yang bisa tumbuh,” katanya.

Komitmen lingkungan BSP juga tercermin dari capaian perusahaan mempertahankan predikat Proper Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup secara berturut-turut sejak 2014 hingga 2025. Penghargaan tersebut menjadi penanda kepatuhan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup di wilayah operasionalnya.

Di tengah tantangan industri energi dan isu perubahan iklim yang terus menguat, langkah-langkah sederhana seperti menanam pohon mungkin terlihat kecil. Namun dari tanah yang ditanami itulah, BSP mencoba meninggalkan jejak hijau untuk Riau di masa depan. (Adv)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Marwah Diri

10 Mei 2026 - 08:56 WIB

Hardiknas, Polsek Bina Widya Beri Kado Bibit Pohon dan Perlengkapan Pendidikan ke Mahasiswa

9 Mei 2026 - 16:45 WIB

Setahun Kesepakatan DIR, Perjuangan Riau Istimewa Terus Berlanjut

9 Mei 2026 - 13:16 WIB

Tamu Beradat

9 Mei 2026 - 05:44 WIB

Di Balik Jendela Bersama Buku Jurnal

9 Mei 2026 - 00:15 WIB

Trending di Ragam