RiauKepri.com, BATAM – Setelah sempat terhenti cukup lama akibat pandemi Covid-19, gema bait-bait puisi kembali mengangkasa di Kota Batam. Helat budaya ini kembali digelar oleh Komunitas Seni Rumahitam, dengan nama baru “Sabtu Batam Berpuisi” atau SEBAB PUISI, dimulai perdana pada Sabtu malam, (8/5/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh penyair kenamaan Tarmizi Rumahitam ini, mengambil tempat di panggung ikonik Suratan Coffee & Resto, Kompleks Rumahitam, Batam. Hadirnya SEBAB PUISI menjadi momentum penting bagi kebangkitan ekosistem sastra di Kepulauan Riau.
Acara ini mendapat dukungan penuh dari Dewan Pimpinan Pusat Laskar Melayu Bersatu Kepulauan Riau (DPP LMB Kepri) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri. Kehadiran dua lembaga besar ini menegaskan bahwa kerja-kerja kebudayaan memerlukan sinergi lintas sektoral.
Dalam sambutannya, Ketua DPP LMB Kepri, Panglima Utama Farizal, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi Komunitas Seni Rumahitam dalam menjaga marwah budaya. Ia menyatakan kesiapan LMB Kepri untuk terus menyokong dan bersinergi dalam upaya melestarikan tradisi sastra lisan di wilayah Kepulauan Riau.
“Kita harus memastikan tradisi lisan kita tidak hilang ditelan zaman. Melalui SEBAB PUISI, kita mengemas tradisi tersebut dalam balutan kontemporer agar tetap relevan dan diminati oleh generasi muda. Ini adalah ikhtiar menjaga jati diri bangsa,” ujar Farizal. Tak hanya memberi sambutan, Panglima Utama Farizal juga memukau hadirin dengan membacakan puisi karyanya sendiri yang berjudul “Ini Rumahku”.
Sementara itu, Tarmizi Rumahitam selaku inisiator sekaligus tuan rumah, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kembali agenda yang dilaksanakan setiap Sabtu pekan kedua ini. Ia berharap SABTU BERPUISI terus mendapat sambutan positif dari para penyair dan pecinta literasi di mana pun berada.
Tarmizi juga membeberkan rencana besar untuk membawa SEBAB PUISI ke kancah internasional. “Ke depan, kami akan menjalin kerjasama dengan negara serumpun. Kami berencana mengundang penyair dari Malaysia dan Singapura untuk hadir di sini, sekaligus membawa penyair-penyair Kepri untuk bersafari budaya ke sejumlah negeri seperti Johor, Melaka, Selangor, hingga Singapura,” ungkap Tarmizi.
Sebagai bentuk dokumentasi dan apresiasi terhadap karya, Tarmizi menambahkan bahwa seluruh puisi yang dibacakan dalam panggung ini akan dikumpulkan. “Setelah satu tahun berjalan, puisi-puisi tersebut akan kita terbitkan dalam sebuah buku antologi bersama,” tambahnya.
Malam soft opening tersebut berlangsung meriah dengan hadirnya deretan tokoh sastra dan budaya. Tampak hadir Writerpreneur Muhammad Natsir Tahar, penyair perempuan produktif Ning, Mba Indra (yang dijuluki Pendekar 1/2 Penyair), Polma, serta Demank Marsono. Mereka secara bergantian naik ke panggung menyuarakan kegelisahan dan keindahan lewat kata-kata.
Suasana semakin hidup dengan penampilan sejumlah musisi yang membawakan lagu-lagu orisinal ciptaan mereka sendiri, menambah warna pada malam kebangkitan sastra di Batam tersebut. Dengan dimulainya kembali SEBAB PUISI, panggung Suratan Coffee & Resto diharapkan kembali menjadi kawah candradimuka bagi para penyair untuk berkarya dan bersilaturahmi. (RK)







