Menu

Mode Gelap
Ustaz Das’ad Latif Tiba di Anambas, Disambut Bupati Aneng dan Forkopimda Masyarakat Diminta Waspada Penipuan yang Catut Nama Kejari Kepulauan Meranti BRK Syariah Perkuat Digitalisasi Layanan Kesehatan, Integrasikan SIPD E-BLUD dan CMS untuk Seluruh Puskesmas di Inhil Indratno Atan Secara Aklamasi Terpilih Sebagai Ketua Boat Pancung Desa Sungai Buluh Empat Rumah Hilang ke Sungai, Warga Kuala Enok Bertahan di Tengah Ancaman Longsor Novel Sejarah “Seandainya Tun Dalam Tidak Mencabut Keris” Akan Dibedah di Pekanbaru, Kuota Peserta Tinggal 20 Kursi

Minda

Satu Tahun Pemerintahan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul

badge-check


					Satu Tahun Pemerintahan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul Perbesar

Oleh
Hasrul Sani Siregar, MA
Alumni Hubungan Antarabangsa IKMAS, UKM Bangi, Selangor Malaysia/
Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau.

 

Namanya Anutin Charnvirakul berusia 58 tahun yang saat ini menjadi Perdana Menteri Thailand baru menggantikan Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra yang diberhentikan oleh Parlemen Thailand disebabkan bocornya rekaman percakapan Paetongtarn Shinawatra dengan mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen yang memicu kemarahan masyarakat Thailand yang berhubungan dengan konflik perbatasan di antara dua negara tersebut. Perdana Menteri baru Thailand Anutin Charnvirakul adalah seorang taipan dan sudah lama malang melintang dalam pemerintahan Thailand yang menggantikan Paetongtarn Shinawatra sebagai Perdana Menteri Thailand.

Anutin Charnvirakul yang berusia 58 tahun merupakan memimpin Partai Bhumjaithai yang sebelumnya menjabat di berbagai posisi pemerintahan Thailand, diantaranya sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Kesehatan. Namun ia mungkin paling terkenal sebagai perancang dekriminalisasi ganja Thailand pada tahun 2022. Anutin menjadi pemimpin ketiga kerajaan dalam dua tahun terakhir, tetapi telah mengambil alih kekuasaan dengan dukungan koalisi dengan syarat pembubaran parlemen dalam waktu empat bulan untuk mengadakan pemilihan umum baru. Anutin juga dikenal taipan konstruksi konservatif Thailand. Anutin menggulingkan partai Pheu Thai yang berhaluan populis dari dinasti Shinawatra, mantan Perdana menteri Thailand sebelumnya, Paetongtarn Shinawatra. Sejak September 2025, Anutin Charnvirakul menjadi Perdana Menteri Thailand yang selama 20 tahun sebelumnya di pimpin oleh Militer dengan cara melakukan Kudeta militer terhadap pemerintahan sipil.

Kudeta milter menjadi tradisi dalam setiap pergantian pemerintahan. Dalam kurun waktu tersebut, Thailand telah mengalami dua kali kudeta militer terhadap dinasti Shinawatra. Pertama, pada 19 September 2006, terhadap pemerintahan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang mendapat dukungan oleh raja Thailand yang menjadi simbol negara. Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra dipilih oleh rakyat secara demokratis dalam pemilihan umum yang juga mendapat pantauan dari dunia internasional. Ketidakpuasan di dalam negeri atas kepemimpinan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra tersebut, militer melakukan kudeta militer ketika  Thaksin Shinawatra berada di luar negeri.

Kudeta militer kedua dilakukan pada 22 Mei 2014 oleh pimpinan Angkatan Darat, Jenderal Prayuth Chan-ocha terhadap pemerintahan Perdana Menteri Yingluch Shinawatra yang merupakan adik perempuan Thaksin Shinawatra. Oleh sebab itu Thailand tak terlepas dari kudeta militer. Dengan kudeta militer tersebut, membuktikan sekali lagi bahwa militer sangat dominan untuk mengintervensi dan mengontrol pemerintahan sipil. Sewaktu-waktu militer siap untuk menggulingkan pemerintahan sipil yang dianggap oleh militer bahwa pemerintahan sipil tidak dapat mengontrol keadaaan dalam hal menjaga stabilitas dan ketentraman negara. Namun 5 tahun belakangan ini, kudeta militer sudah tidak lagi menjadi tradisi politik dan pemeeintahan di Thailand.

Ada yang menarik dari pemerintahan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul yaitu masuknya beberapa menteri di kabinetnya dari kalangan muslim di selatan Thailand yang selama ini berkonflik dengan pemerintahan pusat di Bangkok. Menteri yang dimaksud adalah menteri perempuan yang pertama yang ada dalam kabinet Anutin. Namanya Sabida Thaiseth yang dilantik sebagai menteri kebudayaan pada 19 september 2025 lalu. Sabida menjadi perempuan muslim pertama yang menjadi menteri di negara yang mayoritas beragama Budha tersebut. Sabida yang berumur 41 tahun di lahirkan di Uthai Thani Thailand di Selatan Thaoland. Sebelumnya beliau juga menjabat sebagai wakil menteri dalam negeri di kabinet sebelumnya.

Dalam kabinet pemerintahan Thailand sebelumnya juga ada yang bernama Surin Pitsuwan yang menjabat menteri luar negeri Thailand yang berasal dari Selatan Thailand yang mayoritas muslim. Masuknya perempuan muslim pertama dalam pemerintahan Anutin Charnvirakul tidak saja dilihat sebagai jabatan politik, namun juga dilihat sebagai simbol keterbukaan dan keharmonisan hubungan antar agama di Thailand yang mayoritas beragama Budha yang tentu ini menjadi simbol bahwa Thailand juga menghargai kerukunan beragama. Umat muslim dan budaya muslim serta kepemimpinan minoritas diterima dalam pemerintahan perdana menteri Thailand Anutin Charnvirakul.

Seri kedua  menuju ASEAN Community Vision 2045.

Penulis berkesempatan ikut dalam SEASREP 10 th Anniversary Conference di Chiang Mai, Thailand tahun 2005.

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengompang Perantau

14 Juni 2026 - 13:37 WIB

Ketika Sarkasme Kehilangan Daya Gigitnya

14 Juni 2026 - 06:23 WIB

Mengenali Malaysia Negeri Serumpun

12 Juni 2026 - 08:42 WIB

Dikeluarkannya Singapura dari Malaysia

8 Juni 2026 - 14:17 WIB

Minyak Serpih (Shale Oil)

8 Juni 2026 - 07:26 WIB

Trending di Minda