Oleh
Hasrul Sani Siregar, MA
Alumni Hubungan Antarabangsa IKMAS, UKM Bangi, Selangor Malaysia/
Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau/Penulis bebas di berbagai media online
HANYA dua tahun saja, Singapura bergabung (menyertai) dalam Federasi Malaysia tahun 1963 hingga dikeluarkan negara tersebut pada tahun 1965. Pada 16 September tahun 1963, entitas baru yang bernama Malaysia dari penggabungan Federasi Malaya, dengan bekas koloni Inggris yaitu Borneo Utara (Sabah), Sarawak dan Singapura. Singapura menjadi salah satu dari 14 negara bagian Malaysia dari tahun 1963 hingga 1965. Namun hubungan Singapura dan Federasi Malaysia yang kurang harmonis hanya bertahan dua tahun. Persaingan idiologi antara UMNO dan PAP, ketegangan etnis Melayu dan Tionghoa serta sengketa pembagian pendapatan pelabuhan membuat kualalumpur mengambil langkah ekstrim. Antara Lee Kuan Yew yang diwakili oleh partai PAP dan Tunku Abdul Rahman Putra oleh partai UMNO ((United Malays National Organizational)
Pada tanggal 7 Agustus 1965, Tunku Abdul Rahman mengusulkan agar Singapura dikeluarkan dari Federasi Malaysia demi mencegah konflik ras dan politik yang lebih besar, 2 hari kemudian 9 Agustus 1965 parlemen Malaysia memilih mengeluarkan Singapura dalam Federasi Malaysia dengan tidak ada referendum. Tidak ada negosiasi panjang. Singapura menjadi negara merdeka bukan karena keinginannya, tetapi karena keputusan negara induk Malaysia. Jadi pada tanggal 7 Agustus 1965 Tunku Abdul Rahman Putra mengeluarkan Singapura dalam Federasi Malaysia dan secara resmi pula pada tanggal 9 Agustus 1965 Singapura resmi merdeka. Dengan pisahnya Singapura dari Federasi Malaya, maka Lee Kuan Yeuw menjadi Perdana Menteri Singapura pertama dan Yusof Ishak yang dari melayu Malaya menjadi presiden pertama Singapura.
Sejarah mencatat bahwa Yusof Ishak sebelum menjadi Presiden pertama Singapura 1959–1965: Menjabat sebagai Yang di-Pertuan pada tahun 1959 hingga 1965 menggantikan Sir William Goode. Pada kurun waktu 1965–1970 menjadi presiden pertama Singapura setelah negara tersebut meraih kemerdekaan penuh tahun 1965. Singapura merupakan negara yang multi ras dan berbagai agama. Yusof Ishak dikenal sebagai pendukung setia gagasan masyarakat multi-ras di Singapura. Yusof Ishak wafat pada 23 November 1970 saat masih menjabat sebagai presiden Singapura. Singapura memberi penghargaan atas jasa-jasanya dengan mengabadikan potret wajah beliau dalam mata uang Singapura sejak tahun 1999 hingga kini.
Singapura yang di abad ke 19 dikenal dengan sebutan Temasek, sebelum Raffles menemukan pulau tersebut. Tiga negeri Selat yaitu Melaka (Malacca), Pulau Penang dan Singapura termasuk negeri yang bergabung dalam Persekutuan Tanah Melayu sebelum akhirnya Singapura dikeluarkan dari Federasi Malaya. Singapura dulunya menjadi bagian dari Federasi Malaya. Mengenal Singapura saat ini tentu tidak dipisahkan dari keberadaan wilayah tersebut yang pada abad ke-19 dikenal dengan nama Temasek, hingga Raffles menemukan pulau tersebut yang kelak menjadi Negara yang maju di kawasan Asia Tenggara. Singapura kenal pula sebagai negeri Selat. Dalam Federasi Malaya selain Singapura ada dua lagi negeri selat yaitu Malaka (Malacca) dan Pulau Penang.








