Menu

Mode Gelap
Putra Pendiri Riau Pos Murka: Jangan Petantang-Petenteng ke Riau, Hormati Rida K Liamsi Hadir Lebih Dekat di Ruang Publik, Imigrasi Dumai Sukses Gelar PASPORIA Ny. Sinta Aneng Hadiri Pembukaan Bazar MTQ XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Sekda Bintan Hadiri Pembukaan MTQ XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 Bomo Bola Prakiraan Cuaca Kepri Ahad, 5 Juli 2026: Mayoritas Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

Advertorial

Dari Zaman Covid-19 Misagu Boedjang Berkembang, Pemkab dan DPRD Meranti Mendukung UMKM

badge-check


					UMKM Misagu Boedjang di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, berhasil berkembang pesat sejak berdiri pada 2019. Perbesar

UMKM Misagu Boedjang di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, berhasil berkembang pesat sejak berdiri pada 2019.

RiauKepri.com, MERANTI – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Misagu Boedjang di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, berhasil berkembang pesat sejak berdiri pada 2019. Berawal dari usaha bakso, kini Misagu Boedjang dikenal sebagai produsen mi sagu instan yang telah menembus pasar nasional hingga internasional.

Berlokasi di Jalan Gogok Utama, RT 01/RW 01, Dusun I, Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, usaha milik Praptini ini memanfaatkan potensi sagu sebagai komoditas unggulan Kabupaten Kepulauan Meranti. Daerah tersebut memiliki luas perkebunan sagu sekitar 61.806 hektare dengan produksi mencapai 247.014 ton per tahun, sehingga menjadi salah satu sentra penghasil sagu terbesar di Indonesia.

Melihat tingginya potensi tersebut, Praptini (47) berinovasi menghadirkan mi sagu instan yang dilengkapi bumbu dan pelengkap sehingga dapat dikonsumsi masyarakat tanpa harus mengolahnya secara tradisional.

Didampingi suaminya Jeni Saripudin (50)
Saat ditemui di kediamannya, Rabu (1/7/2026), Praptini menjelaskan bahwa ide pembuatan mi sagu instan muncul pada 2019. Menurutnya, selama ini mi sagu hanya mudah ditemukan di kedai kopi atau rumah makan tradisional di wilayah pesisir Riau.

“Karena sampai saat ini masih jarang orang di luar daerah pesisir Riau yang pandai memasak mi sagu. Atas dasar itulah saya menciptakan mi sagu instan,” ujarnya.

Ia mengatakan proses pengembangan produk memerlukan waktu sekitar satu tahun untuk menemukan formula bumbu yang sesuai sebelum resmi diluncurkan pada awal 2021.

Sejak dipasarkan, produk Misagu Boedjang mendapat respons positif. Selain dipasarkan di berbagai pusat oleh-oleh di Pekanbaru dan melalui marketplace, produk tersebut juga telah memiliki pelanggan di Jakarta dan Yogyakarta. Bahkan, mi sagu instan itu kerap dijadikan buah tangan ke Malaysia dan Singapura.

Dalam proses produksinya, Misagu Boedjang hanya memproduksi bumbu dan kemasan, sedangkan mi sagu diperoleh dari pelaku UMKM di Kabupaten Kepulauan Meranti yang telah memiliki izin usaha.

Perkembangan usaha tersebut juga didukung pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Selain bantuan permodalan, perusahaan juga memperoleh dukungan promosi produk.

Praptini mengungkapkan bahwa Misagu Boedjang turut mendapatkan pembinaan dari Rumah BUMN yang memfasilitasi peningkatan kapasitas usaha serta keikutsertaan dalam pameran internasional.

“Tahun 2022 kami mengikuti pameran di Belanda, kemudian tahun ini mengikuti pameran di Turki. Respons pasar luar negeri cukup baik dan kami diminta mengurus perizinan agar produk lebih mudah dipasarkan,” katanya.

Selain memproduksi mi sagu instan, Misagu Boedjang juga mengelola Gerai Sagu Kite di Jalan Siak, Selatpanjang. Gerai tersebut memasarkan sekitar 15 jenis produk olahan sagu, di antaranya stik sagu, brownies sagu, donat crispy sagu, sagu rendang, nastar sagu, kue bangkit sagu, bakso sagu, cendol sagu, hingga mi ayam sagu.

Saat ini, usaha tersebut mempekerjakan 12 orang karyawan di bidang produksi dan pemasaran. Omzet kotor yang diperoleh dari seluruh produk mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan.

Camat Tebing Tinggi Barat, Muhammad Nazir, S.Pd., M.Si., menilai keberhasilan Misagu Boedjang dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi daerah.

“UMKM Misagu Boedjang mampu berkembang dan membuka lapangan pekerjaan. Ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan peluang usaha, termasuk melalui akses pembiayaan KUR,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti, Eko Priyono, mengatakan pemerintah terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui pelatihan, fasilitasi legalitas usaha, peningkatan kualitas kemasan, dan perluasan akses pemasaran.

“Potensi sagu yang dimiliki Kepulauan Meranti merupakan keunggulan daerah yang harus terus dikembangkan. Pemerintah berkomitmen mendampingi pelaku UMKM agar mampu naik kelas, memiliki daya saing, membuka lapangan pekerjaan baru, dan memperluas pasar,” katanya.

Dukungan serupa disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Lianita Muharni. Menurutnya, sagu merupakan identitas daerah sekaligus kekuatan ekonomi masyarakat yang perlu terus diperkuat melalui kebijakan yang berpihak kepada pelaku UMKM.

“Kami optimistis produk-produk sagu Meranti mampu menjadi kebanggaan daerah sekaligus bersaing di pasar nasional,” ujarnya. (ADV)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harganas Ke-33, Pemprov Kepri Dorong Peran Aktif Ayah Bangun Generasi Tangguh

29 Juni 2026 - 14:11 WIB

Ansar Dorong Penguatan Peran DPRD Kabupaten Hadapi Revisi UU Pemerintahan Daerah

27 Juni 2026 - 19:12 WIB

Dragon Boat Race 2026 Jadi Magnet Wisata, Pemprov Kepri Bidik Dampak Ekonomi dan Pelestarian Budaya

27 Juni 2026 - 08:34 WIB

Wamendikdasmen Apresiasi Kepri, Tantangan Wilayah Kepulauan Tak Hambat Kemajuan Pendidikan

26 Juni 2026 - 17:41 WIB

Ansar Jadikan Jalan Raya Dompak Lokasi Edukasi Lingkungan, Gerakan Gotong Royong Didorong Jadi Budaya Masyarakat

25 Juni 2026 - 15:26 WIB

Trending di Advertorial