RiauKepri.com, PEKANBARU – Laskar Melayu Riau (LMR) melakukan kunjungan silaturahmi ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jumat (14/8/2026). Kunjungan tersebut untuk mempererat hubungan sekaligus membangun sinergi dalam menjaga marwah, adat, budaya, serta kepentingan masyarakat Melayu Riau.
Rombongan LMR dipimpin Panglima Besar Datuk Effendi. Rombongan disambut pengurus LAMR, di antaranya Timbalan Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk H. Rustam Effendi, Sekretaris Umum MKA Datuk Afrizal Alang, serta sejumlah pengurus LAMR.
Mengawali pertemuan, Datuk Effendi menyampaikan bahwa LMR kini kembali bangkit setelah melalui masa yang disebutnya sebagai masa mati suri. Kebangkitan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk kembali berperan dalam kehidupan masyarakat Melayu Riau.
“LMR bangkit kembali setelah mati suri. Karena itu, kami datang ke LAMR untuk meminta tunjuk ajar kepada para pemangku adat,” ujar
Datuk Effendi.
Ia menegaskan, LMR ingin membangun hubungan yang baik dengan LAMR serta seluruh unsur masyarakat Melayu. Menurutnya, keberadaan organisasi Melayu harus dapat memberikan manfaat dan ikut berkontribusi dalam menjaga marwah serta kepentingan masyarakat Melayu Riau.
Dalam kesempatan tersebut, Datuk Effendi juga menyampaikan bahwa LMR dijadwalkan melaksanakan pengukuhan kepengurusan pada 11 November 2026.
Menanggapi hal tersebut, Timbalan Ketua Umum MKA LAMR Datuk H. Rustam Effendi menyambut baik kehadiran LMR. Ia mengatakan, silaturahmi dan komunikasi antarlembaga Melayu penting untuk memperkuat kebersamaan dalam menjaga adat, budaya, marwah, dan kepentingan masyarakat Melayu Riau.
“LAMR tentu menyambut baik silaturahmi ini. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga marwah Melayu, memperkuat persaudaraan, dan saling memberikan tunjuk ajar. Organisasi boleh berbeda, tetapi tujuan kita hendaknya tetap sama, yaitu menjaga Melayu dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Datuk Rustam.
Menurutnya, kebangkitan kembali LMR diharapkan dapat menjadi energi positif bagi gerakan kemelayuan di Riau. Ia juga mengingatkan agar setiap langkah organisasi tetap mengedepankan adat, persatuan, serta kepentingan masyarakat.
“Jangan sampai perbedaan organisasi membuat kita terpecah. Justru dengan kebersamaan, kekuatan masyarakat Melayu akan semakin besar,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum MKA LAMR Datuk Afrizal Alang menekankan pentingnya semangat keberlanjutan dalam menjaga jati diri Melayu. Ia menyampaikan pesan melalui ungkapan Melayu yang sarat makna tentang keteguhan dan keberlanjutan perjuangan orang Melayu.
“Tuah sakti hamba negeri, esa hilang dua terbilang, patah tumbuh hilang berganti, takkan Melayu hilang di bumi.”
Ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan menjaga marwah, adat, budaya, dan jati diri Melayu harus terus dilanjutkan oleh setiap generasi. Pergantian generasi dan dinamika zaman tidak boleh membuat semangat kemelayuan surut.
“Patah tumbuh, hilang berganti. Siapa pun yang datang silih berganti, semangat menjaga Melayu harus tetap hidup. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga marwah Melayu Riau,” pesan Datuk Afrizal. (RK1)







