Menu

Otomatis
Breaking News

Siak

Harga Ayam Ras Naik, Bupati Afni: Masyarakat Sudah Teriak

badge-check

Dr. Afni Zulkifli, M.Si, Bupati Siak. (Foto: ist) Perbesar

Dr. Afni Zulkifli, M.Si, Bupati Siak. (Foto: ist)

RiauKepri.com, SIAK — Lonjakan harga ayam ras di pasaran mulai membuat pedagang rumah makan di Kabupaten Siak mengeluh. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Siak menelusuri persoalan pasokan ayam dari hulu hingga hilir.

Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si mengatakan, kenaikan harga yang mulai terasa sejak pekan pertama Agustus 2026 diduga berkaitan dengan terbatasnya pasokan ayam di pasaran. Menurutnya, produksi ayam ras di Siak hanya sekitar 370 ton, sementara kebutuhan pasar mencapai 630 ton.

“Sekitar 370 ton ini ada pun di peternak di Siak itu tidak bisa dilepas ke pasar, karena kebutuhan di pasar ada sekitar 630 ton, maka pasti akan terjadi inflasi,” kata Afni saat memimpin rapat koordinasi inflasi di Zamrud Room, Kamis (20/8/2026).

Afni menyebutkan kondisi tersebut kini menjadi perhatian karena dampaknya mulai dirasakan langsung masyarakat, terutama pedagang rumah makan yang membutuhkan ayam sebagai bahan baku menu sehari-hari.

“Masyarakat sudah teriak, terutama pedagang-pedagang rumah makan. Kami meminta keseriusan seluruh pihak untuk mencari tahu di mana persoalan rantai pasok ini,” ujar mantan wartawan itu.

Afni menjelaskan, sebagian produksi ayam lokal telah diplot oleh perusahaan penyuplai sehingga tidak seluruh stok dapat langsung masuk ke pasar. Karena itu, Pemkab Siak akan menelusuri mata rantai distribusi untuk mengetahui titik persoalan yang menyebabkan pasokan menjadi terbatas.

Pemkab Siak selanjutnya akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, perusahaan, dan penyalur ayam agar sebagian stok dapat dilepas ke pasar. Langkah tersebut diharapkan mampu menambah pasokan dan menekan harga ayam.

Afni menepis adanya anggapan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyebab utama kenaikan harga ayam di Siak. Berdasarkan data yang diterima Pemkab Siak, kebutuhan ayam untuk program tersebut hanya sekitar 17 ton ketika menu ayam tersedia.

“Menurut saya, bukan karena faktor MBG. Faktor MBG ini hanya sekitar 17 ton ketika ada menu ayam,” ungkap Afni.

Meski Siak belum tercatat mengalami inflasi berdasarkan data BPS dan bahkan sempat mengalami deflasi pada bulan sebelumnya, pemerintah daerah tetap tidak ingin mengabaikan keluhan masyarakat terkait harga ayam.

Pemkab Siak meminta organisasi perangkat daerah terkait menyiapkan data rinci mengenai produksi, distribusi, dan kebutuhan ayam. Data itu akan disinkronkan dengan pemerintah provinsi dan selanjutnya disampaikan kepada Kementerian Pertanian serta lembaga terkait.

“Kemandirian pangan di kabupaten ini sudah kami minta agar seluruh dinas terkait menseriusi ini,” ujar Afni. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Afni: Jalan Sungai Mandau Harus Jadi Perhatian Pusat

20 Agu 2026 - 10:37 WIB

Afni: Jalan Sungai Mandau Harus Jadi Perhatian Pusat

Rahmat Setiawan, Pemotong Rumput dari Perawang yang Namanya Diabadikan NASA

20 Agu 2026 - 08:54 WIB

Rahmat Setiawan, Pemotong Rumput dari Perawang yang Namanya Diabadikan NASA

Bupati Afni Serukan Kesetiaan Siak pada NKRI

18 Agu 2026 - 10:02 WIB

Bupati Afni Serukan Kesetiaan Siak pada NKRI

273 Napi di Rutan Siak Dapat Remisi HUT RI, Lima Langsung Bebas

17 Agu 2026 - 20:19 WIB

273 Napi di Rutan Siak Dapat Remisi HUT RI, Lima Langsung Bebas

Air Mata Veteran di Hari Kemerdekaan, Sagu Hati dari Pemkab Siak Naik 300 Persen

17 Agu 2026 - 12:04 WIB

Air Mata Veteran di Hari Kemerdekaan, Sagu Hati dari Pemkab Siak Naik 300 Persen
Trending di Siak