RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Pemanfaatan teknologi digital mulai merambah aktivitas budidaya ikan masyarakat pesisir di Kampung Madong, Tanjungpinang. Tim dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) memperkenalkan SMART-KJA berbasis Internet of Things (IoT) kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Maju Mandiri sebagai upaya mendorong pengelolaan keramba jaring apung (KJA) yang lebih modern dan adaptif.
Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan yang digelar Selasa (11/8/2026). Kegiatan mengusung tema “Pemberdayaan Pembudidaya Ikan melalui Sistem Monitoring Kualitas Air Keramba Jaring Apung Berbasis IoT di Kampung Madong.”
Kegiatan ini dipimpin Marisha Pertiwi, S.Tr.Kom., M.Kom., bersama tiga anggota tim, yakni M. Hasbi Shidqi Alajuri, S.I.K., M.Si., Indah Kartika, S.Kel., M.Si., dan Nida Mardhiyah Ramdhani, S.Pi., M.Si. Mereka bekerja sama dengan Pokdakan Maju Mandiri yang diketuai Amzah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi UMRAH dalam menghadirkan inovasi teknologi yang sesuai dengan karakteristik masyarakat kepulauan, khususnya pelaku usaha budidaya ikan di wilayah pesisir.
Dalam kegiatan itu, Marisha Pertiwi bersama tim memperkenalkan SMART-KJA sebagai teknologi monitoring kualitas air berbasis IoT yang dapat digunakan untuk membantu pembudidaya memantau kondisi lingkungan pada keramba jaring apung.
Kualitas air menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan budidaya ikan. Perubahan kondisi perairan dapat memengaruhi kesehatan, pertumbuhan, hingga produktivitas ikan.
Karena itu, pemantauan kondisi perairan secara berkala menjadi bagian penting dalam pengelolaan KJA.

Melalui SMART-KJA, pembudidaya diperkenalkan dengan sistem pemantauan berbasis teknologi sehingga pengelolaan kualitas air dapat dilakukan secara lebih modern dan terintegrasi.
Tidak hanya menyampaikan materi, M. Hasbi Shidqi Alajuri, Indah Kartika, dan Nida Mardhiyah Ramdhani turut terlibat dalam praktik langsung di lokasi keramba. Tim memberikan pengenalan perangkat SMART-KJA sekaligus mendampingi pembudidaya dalam memahami penerapan teknologi tersebut di lingkungan budidaya.
Pendampingan secara langsung dilakukan agar teknologi yang diperkenalkan tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi dapat dipahami dan dimanfaatkan pembudidaya dalam aktivitas sehari-hari.
Ketua Tim PKM, Marisha Pertiwi, mengatakan penerapan SMART-KJA merupakan bagian dari upaya mempertemukan perkembangan teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat kepulauan.
Menurutnya, pemanfaatan IoT dalam budidaya ikan diharapkan dapat membantu pembudidaya melakukan pemantauan kualitas air secara lebih efektif. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana meningkatkan literasi teknologi masyarakat yang bergerak di sektor perikanan.
“Penerapan teknologi harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui SMART-KJA, kami berupaya menghadirkan teknologi yang dapat mendukung pembudidaya dalam memantau kondisi lingkungan keramba dan membantu proses pengelolaan budidaya,” ujar Marisha.
Ia menambahkan, pemberdayaan masyarakat kepulauan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memadukan pengetahuan masyarakat lokal dan perkembangan teknologi.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan kelompok pembudidaya menjadi penting agar inovasi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.
Ketua Pokdakan Maju Mandiri, Amzah, bersama anggota kelompok turut mengikuti proses pengenalan dan praktik SMART-KJA yang diberikan tim PKM UMRAH.
Kegiatan tersebut membuka kesempatan bagi para pembudidaya untuk memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan KJA. Mereka juga dapat melihat secara langsung bagaimana sistem monitoring kualitas air berbasis IoT diterapkan pada lingkungan budidaya.
Diskusi antara tim PKM dan pembudidaya turut dilakukan untuk menggali kondisi serta kebutuhan yang dihadapi Pokdakan Maju Mandiri dalam menjalankan aktivitas budidaya ikan di Kampung Madong.
Keterlibatan pembudidaya sejak tahap pengenalan hingga praktik menjadi bagian penting agar inovasi yang dibawa perguruan tinggi benar-benar dapat diterapkan di lapangan.
UMRAH Dorong Transformasi Digital Perikanan
Kegiatan PKM ini sekaligus memperkuat peran UMRAH dalam mendorong penerapan inovasi yang berkaitan dengan karakteristik wilayah kepulauan.
Penerapan SMART-KJA di Kampung Madong diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi teknologi, tetapi juga meningkatkan kapasitas pembudidaya dalam memanfaatkan inovasi untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif.
Marisha bersama M. Hasbi Shidqi Alajuri, Indah Kartika, dan Nida Mardhiyah Ramdhani berharap SMART-KJA dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh Pokdakan Maju Mandiri serta terus dikembangkan berdasarkan kebutuhan pembudidaya.
Ke depan, penerapan teknologi monitoring berbasis IoT diharapkan dapat menjadi salah satu model pemberdayaan masyarakat kepulauan yang mengintegrasikan teknologi, perikanan, dan pengetahuan lokal.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya pola budidaya ikan masyarakat pesisir yang lebih modern, adaptif terhadap perubahan lingkungan, sekaligus mampu mengikuti perkembangan teknologi. (*)







