RiauKepri.com, BATAM – Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Misni mendampingi Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-30 Perhimpunan Ahli Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI) di Ballroom Hotel Swiss-Belhotel, Batam, Jumat (28/8/2026).
Pertemuan ilmiah yang mengangkat tema “Neurosurgery Excellence in Care” tersebut menjadi forum bagi para ahli bedah saraf dari berbagai daerah untuk memperkuat pengembangan layanan bedah saraf di Indonesia.
Kegiatan turut dihadiri Direktur Utama BPJS Kesehatan Pusat Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Ketua Kolegium Bedah Saraf Indonesia Asra Al Fauzi, Ketua Umum PP PERSPEBSI Krisna Murti, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansah, Deputi VI BP Batam Ariastuty Sirait, serta para dokter dan ahli bedah saraf dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan arah kebijakan pemerintah dalam meningkatkan sekaligus memeratakan layanan bedah saraf di seluruh Indonesia.
Menurutnya, penguatan layanan bedah saraf menjadi salah satu perhatian pemerintah mengingat masih tingginya angka kematian dan kecacatan akibat penyakit katastropik, khususnya stroke dan tumor otak.
“Sehingga kita perlu menekan dampak yang ditimbulkan dari penyakit katastropik ini. Harus kita tekan bersama-sama,” tegas Budi Gunadi Sadikin.
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah memperkuat dan memeratakan sumber daya manusia bidang kesehatan, termasuk tenaga ahli bedah saraf.
Pemerataan tersebut diharapkan dapat memastikan masyarakat di berbagai kabupaten dan kota hingga provinsi memperoleh akses terhadap layanan bedah saraf yang memadai.
“Termasuk penguatan alat medis dengan menyediakan alat kesehatan canggih seperti mikroskop bedah dan fasilitas penunjang saraf yang tersedia di berbagai rumah sakit, baik di kota, kabupaten maupun provinsi,” jelasnya.
Selain membahas perkembangan dan kebijakan layanan bedah saraf, PIT ke-30 juga dirangkaikan dengan pameran berbagai peralatan medis dan teknologi yang mendukung pelayanan bedah saraf.
Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, didampingi Sekdaprov Kepri Misni serta para tamu undangan.
Pertemuan ilmiah tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman bagi para ahli bedah saraf sekaligus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di bidang bedah saraf di Indonesia. (*)









