Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pekanbaru

LAMR Sambut IKON Syair Perang Siak, Menghidupkan Kembali Tradisi Mengarak Titah Raja

badge-check

Sertifikat Syair Perang Siak diarak oleh LAMR. (Foto: ist) Perbesar

Sertifikat Syair Perang Siak diarak oleh LAMR. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU- Sertifikat Syair Perang Siak yang ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Tahun 2026 tidak sekadar diserahkan dan disimpan sebagai sebuah penghargaan.

Di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), sertifikat itu justru diarak. Prosesi tersebut menghidupkan kembali tradisi Melayu masa lalu ketika titah raja diarak dan disampaikan kepada rakyat.

Bedanya, kali ini yang diarak bukan titah seorang raja, melainkan sertifikat yang menandai pengakuan terhadap Syair Perang Siak sebagai bagian dari ingatan kolektif bangsa Indonesia.

Prosesi itu menjadi bagian dari Penyambutan Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Syair Perang Siak Tahun 2026 di Balairung Tenas Effendy, Balai Adat LAMR Provinsi Riau, Jumat (25/9/2026).

Sekretaris Umum DPH LAMR Provinsi Riau, Datuk H. Jonnaidi Dasa, mengatakan prosesi tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus penghormatan terhadap warisan sejarah dan budaya Melayu.

Menurutnya, dalam tradisi Melayu masa lalu, titah raja yang dituangkan dalam bentuk tulisan maupun media lainnya disampaikan kepada rakyat melalui prosesi yang dihormati.

Bahkan, penyampaian titah kerajaan dapat dilakukan dengan iring-iringan pasukan, panglima hingga gajah kerajaan.

“Kalau dahulu titah raja yang diarak untuk disampaikan kepada rakyat. Hari ini kita mengarak IKON Syair Perang Siak,” ujar Jonnaidi dalam rangkaian penyambutan tersebut.

Tradisi itu kemudian dihadirkan kembali dalam bentuk yang berbeda. Sertifikat IKON Syair Perang Siak diarak dengan iringan kompang dan pertunjukan silat.

Pesannya pun berbeda zaman, tetapi memiliki semangat yang sama, menyampaikan sesuatu yang dianggap penting kepada orang ramai.

Kali ini yang disampaikan adalah pesan kebudayaan bahwa sejarah dan warisan yang ditinggalkan para pendahulu mesti dirawat, dikenang dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Rangkaian acara diawali arak-arakan kompang dan pertunjukan silat.

Suasana adat Melayu semakin terasa ketika acara dibuka pembawa acara sekaligus pebilang, Datuk Fadilah Firza, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Abdurrahman Atan.

Elu-elu khas Melayu kemudian disampaikan Ketua Umum DPH LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil.

Puan Siska Armiza turut membacakan kutipan Syair Perang Siak. Lantunan syair tersebut seakan menghubungkan masa lalu dengan hari ini, ketika karya sastra sejarah yang lahir dari lingkungan Kesultanan Siak itu mendapat pengakuan sebagai bagian dari Ingatan Kolektif Nasional.

Wakil Bupati Siak, Tuan Syamsurizal, S.Ag., M.Si., kemudian menyampaikan sambutan mewakili Pemerintah Kabupaten Siak.
Prosesi dilanjutkan dengan ketik tepung tawar, tradisi Melayu yang sarat dengan doa, restu dan penghormatan.

Sejumlah tokoh turut dalam prosesi tersebut, di antaranya Datuk H. Rustam Effendi selaku Timbalan Ketua Umum MKA LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil selaku Ketua Umum DPH LAMR Provinsi Riau, Gubernur Riau SF Hariyanto, tokoh masyarakat Drs. H. Syamsuar, M.Si., serta Datuk H. Jonnaidi Dasa, S.Si.
Perhelatan tersebut ditutup dengan doa bersama.

Bagi masyarakat Melayu, Syair Perang Siak bukan sekadar lembaran tua atau karya sastra masa lampau. Di dalamnya tersimpan rekaman sejarah yang membawa ingatan tentang Kesultanan Siak dan perjalanan masyarakat Melayu.

Karena itu, penetapannya sebagai IKON 2026 menjadi momentum untuk kembali membaca, mendengar dan mewariskan sejarah tersebut di tengah kehidupan Indonesia modern.

Di Kabupaten Siak, penyambutan juga disiapkan. Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si, mengatakan masyarakat akan menyambut pengakuan tersebut dari Gedung LPTQ menuju LAM Siak.

“InsyaAllah siang ini jam 13.00 WIB, mulai dari gedung LPTQ ke LAM Siak. Kita sambut pengakuan terhadap Syair Perang Siak yang ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai Ingatan Kolektif Nasional Tahun 2026,” kata Afni.

Penetapan tersebut tercatat sebagai penghargaan IKON pertama yang diraih Kabupaten Siak sekaligus Provinsi Riau.

Sebelumnya, sertifikat Syair Perang Siak sebagai IKON 2026 dijemput Wakil Bupati Siak Syamsurizal Budi di Auditorium Lantai 2 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).
Sertifikat diserahkan Kepala Perpusnas dalam rangkaian Penganugerahan Seminar IKON—Memory of the World Tahun 2026.

Bagi masyarakat Melayu serumpun, pengakuan tersebut bukan semata-mata capaian administratif. Ia menjadi momentum untuk menjaga ingatan tentang Kesultanan Siak dan khazanah Melayu agar tidak berhenti sebagai arsip. Sebab, membangun daerah bukan hanya mendirikan sesuatu untuk hari ini.

Ada pula pekerjaan yang tak kalah penting, menjaga ingatan tentang dari mana sebuah masyarakat berasal. Dan pada Jumat itu, di Balai Adat LAMR, ingatan tersebut kembali diarak, diiringi kompang, silat dan doa, seperti dahulu titah raja disampaikan kepada orang ramai. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Adat Kaca

26 Sep 2026 - 05:54 WIB

Adat Kaca

Syamsurizal: IKON Syair Perang Siak Jadi Catatan Sejarah Baru Siak dan Riau

25 Sep 2026 - 13:34 WIB

Syamsurizal: IKON Syair Perang Siak Jadi Catatan Sejarah Baru Siak dan Riau

Di Depan Anak-anak SMA, LAMR Ceritakan Jejak Dua Abad Syair Perang Siak

25 Sep 2026 - 11:56 WIB

Di Depan Anak-anak SMA, LAMR Ceritakan Jejak Dua Abad Syair Perang Siak

BRK Syariah Raih Penghargaan Ketepatan Proyeksi Terbaik dari BI

24 Sep 2026 - 14:21 WIB

BRK Syariah Raih Penghargaan Ketepatan Proyeksi Terbaik dari BI

Syabas, LAMR Dikunjungi Serentak Tiga Matra TNI

24 Sep 2026 - 13:23 WIB

Syabas, LAMR Dikunjungi Serentak Tiga Matra TNI
Trending di Pekanbaru