Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Nasional

BEI Setujui Dividen Khusus Rp1,56 Triliun dan Anggaran Rp596,4 Miliar untuk 2027

badge-check

BEI Setujui Dividen Khusus Rp1,56 Triliun dan Anggaran Rp596,4 Miliar untuk 2027 Perbesar

RiauKepri.com, JAKARTA — Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 menyetujui tiga agenda utama, termasuk pembagian dividen khusus senilai Rp1,564 triliun dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2027 sebesar Rp596,4 miliar.

RUPSLB yang digelar secara luring pada Rabu (28/10/2026) itu dihadiri 88 pemegang saham atau 98,88 persen dari seluruh pemegang saham yang memiliki hak suara. Ketiga agenda disetujui secara bulat oleh pemegang saham.

Tiga agenda tersebut meliputi perubahan anggaran dasar perseroan dalam rangka demutualisasi bursa efek, penggunaan saldo laba ditahan berdasarkan laporan keuangan auditan hingga 30 Juni 2026, serta persetujuan RKAT BEI Tahun Buku 2027. Sementara itu, agenda keempat hanya berupa penyampaian informasi dan tidak memerlukan persetujuan pemegang saham.

Pada agenda pertama, pemegang saham menyetujui perubahan sejumlah ketentuan anggaran dasar perseroan untuk mendukung pelaksanaan demutualisasi bursa efek.
Langkah tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek.

BEI menyatakan tetap berkomitmen menjaga independensi dalam persiapan, proses, dan pelaksanaan demutualisasi. Proses tersebut juga akan disertai koordinasi dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk OJK serta lembaga negara dan instansi pemerintah terkait.

Perubahan anggaran dasar itu baru berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan OJK serta persetujuan atau penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia.

Pada agenda kedua, pemegang saham menyetujui penggunaan saldo laba ditahan perseroan berdasarkan laporan keuangan auditan untuk periode yang berakhir hingga 30 Juni 2026.

Dari saldo tersebut, sebesar Rp2 triliun dialokasikan sebagai dana cadangan operasional dan pengembangan perseroan sesuai ketentuan Pasal 26 ayat (2) POJK Nomor 13 Tahun 2026.

Selain itu, BEI menyetujui pembagian dividen tunai khusus kepada pemegang saham yang berhak, dengan total nilai Rp1,564 triliun atau setara Rp17 miliar per saham.

Pembagian tersebut mengacu pada daftar pemegang saham perseroan per 27 Oktober 2026. Penggunaan saldo laba ditahan itu dilakukan setelah persetujuan RKAT 2027 dan anggaran dasar oleh OJK.

Pada agenda ketiga, pemegang saham menyetujui RKAT BEI Tahun Buku 2027. Rencana kerja tersebut menjadi bagian dari fase Fundamental Reinvention dalam Master Plan BEI 2026–2030, yang menargetkan pasar modal Indonesia semakin inovatif, transparan, inklusif, dan terhubung secara global.

Dalam RKAT 2027, BEI menetapkan 51 rencana kerja dengan total anggaran Rp596,4 miliar. Alokasi terbesar diarahkan pada penguatan dan optimalisasi aset teknologi informasi.
BEI juga menargetkan rata-rata nilai transaksi harian saham mencapai Rp21 triliun pada 2027, pencatatan 905 efek baru yang mencakup saham, efek bersifat utang dan sukuk (EBUS), serta efek lainnya, dan rata-rata 1,3 juta investor aktif setiap bulan.

Sebagai perbandingan, hingga 23 Oktober 2026, rata-rata nilai transaksi harian saham tercatat Rp20,5 triliun. Jumlah efek baru yang tercatat mencapai 877, sedangkan investor aktif bulanan sebanyak 1.388.494 investor.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, berbagai inisiatif pengembangan pasar modal akan dilanjutkan melalui rencana kerja yang terarah.

“BEI terus berupaya memperkuat kualitas pasar modal Indonesia melalui peningkatan transparansi, perlindungan investor, penguatan likuiditas, serta pengembangan produk dan infrastruktur pasar. Melalui rencana kerja yang telah disusun, kami berkomitmen untuk melanjutkan pengembangan pasar modal secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan tata kelola dan kebutuhan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Jeffrey.

Dari sisi keuangan, BEI memproyeksikan pendapatan pada 2027 sebesar Rp2,59 triliun, meningkat 14,16 persen dibandingkan RKAT 2026 setelah revisi.
Peningkatan tersebut ditopang oleh proyeksi aktivitas transaksi efek, jasa pencatatan efek, serta pertumbuhan layanan data kebursaan.
BEI juga memproyeksikan laba bersih sebesar Rp563,90 miliar, naik 22,76 persen dibandingkan RKAT 2026 setelah revisi. Sementara itu, total aset perseroan diperkirakan mencapai Rp9,12 triliun dengan total ekuitas Rp7,66 triliun.

Untuk mendukung pengelolaan infrastruktur dan pertumbuhan bisnis ke depan, BEI menganggarkan belanja investasi sebesar Rp670,62 miliar, meningkat 161,82 persen dibandingkan RKAT 2026 setelah revisi.
Melalui persetujuan RUPSLB 2026, BEI akan melanjutkan pelaksanaan RKAT 2027 serta agenda pengembangan pasar modal sesuai ketentuan yang berlaku dan arah strategis Master Plan BEI 2026–2030. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Perkuat Literasi Digital, Kolaborasi IKPKR-Jabar, Banhub Kepri, dan Komdigi Gelar Pelatihan AI di Bandung

24 Okt 2026 - 13:18 WIB

Perkuat Literasi Digital, Kolaborasi IKPKR-Jabar, Banhub Kepri, dan Komdigi Gelar Pelatihan AI di Bandung

SF Hariyanto Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer pada CAFEO ke-44 di Bandung

20 Okt 2026 - 16:25 WIB

SF Hariyanto Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer pada CAFEO ke-44 di Bandung

17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perkuat Pengawasan Digital

18 Okt 2026 - 13:05 WIB

17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perkuat Pengawasan Digital

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon Hadiri Arak-arakan HKN di Riau Pagi Ini

18 Okt 2026 - 05:56 WIB

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon Hadiri Arak-arakan HKN di Riau Pagi Ini

Teken MoU, PWI Perkuat Sinergi dengan Lemhannas untuk Menjaga Ketahanan Nasional

16 Okt 2026 - 08:37 WIB

Teken MoU, PWI Perkuat Sinergi dengan Lemhannas untuk Menjaga Ketahanan Nasional
Trending di Nasional