RiauKepri.com, KARIMUN – Rencana pemerintah pusat membangun hub data center atau pusat data di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun.
Bupati Karimun, Iskandarsyah mengaku senang jika rencana pembangunan pusat data tersebut nantinya benar-benar direalisasikan di Kabupaten Karimun.
Meski menyadari kondisi kelistrikan di Karimun masih memiliki keterbatasan, ia menilai kehadiran data center dapat menjadi peluang untuk mendorong perkembangan daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah pada prinsipnya siap mendukung kebijakan pemerintah pusat selama sesuai dengan arahan yang diberikan.

“Maksudnya perintahnya seperti apa, kami dukung,” ujar Iskandarsyah, baru-baru ini.
Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada pembahasan lanjutan secara khusus terkait rencana pembangunan tersebut. Namun, Pemkab Karimun menyambut baik gagasan yang disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Iskandarsyah menilai pembangunan data center menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi informasi (IT) dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Sebab, perkembangan teknologi tersebut membutuhkan kapasitas penyimpanan dan pengolahan data dalam jumlah besar.
“Saya lihat khusus di Karimun ada kabel-kabel fiber optik yang melewati kita. Kenapa tidak ada kesempatan? Atau di pulau-pulau kita yang besar, silakan kalau memang dibutuhkan PLTS, langsung bikin data center di sana,” katanya.

Meski demikian, Iskandarsyah mengingatkan bahwa pembangunan pusat data juga harus memperhatikan berbagai konsekuensi, terutama kebutuhan sumber daya pendukung.
Ia mencontohkan persoalan ketersediaan air yang perlu diantisipasi sejak awal agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.
Menurutnya, salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan adalah teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih untuk memenuhi kebutuhan operasional pusat data.
“Mungkin dengan menyiapkan atau mengubah air laut menjadi air bersih,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak ingin peluang investasi yang berpotensi mendorong kemajuan Karimun terlewatkan begitu saja.

Terlebih, masih terdapat sejumlah pulau yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi dikembangkan sesuai kebutuhan investasi.
“Kalau memang ada peluang, kenapa tidak. Daripada pulau-pulau kosong, bisa dimanfaatkan,” tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menilai Batam, Karimun, dan Bintan memiliki sejumlah potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan pusat data.
Di antaranya ketersediaan air yang memadai, kepadatan penduduk yang lebih rendah dibandingkan Pulau Jawa dan Bali, serta potensi pengembangan energi baru dan terbarukan.
Rencana pembangunan hub data center di kawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama pusat data di Asia Tenggara.
Selain itu, kehadirannya juga ditujukan untuk melengkapi ekosistem digital regional yang selama ini berkembang di Singapura dan Malaysia. (adv)









