RiauKepri.com, PEKANBARU– Suasana dini hari di Jalan Srikandi, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, yang seharusnya tenang, berubah mencekam. Sekelompok remaja bermotor melaju ugal-ugalan sambil mengacungkan benda menyerupai senjata tajam. Aksi mereka terekam kamera warga dan dengan cepat viral di media sosial.
Tak sampai 24 jam, Tim RAGA Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau bergerak cepat. Delapan orang diamankan, sebagian besar masih di bawah umur. Tiga di antaranya bahkan masih duduk di bangku SMP.
Mereka adalah GS (18), MA (17), MF (17), MZA (15), RH (18), ATL (15), ROIC (16), dan AAP (18). Para pelaku tak hanya membuat gaduh, tapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan dengan membawa senjata tajam, double stick, hingga alat setrum.
“Aksi para tersangka pelaku tidak hanya meresahkan, tapi sudah membahayakan keselamatan publik. Ini bukan lagi kenakalan remaja, ini kriminal murni,” tegas Kombes Pol Asep Darmawan, Direktur Reskrimum Polda Riau.
Dari interogasi, terungkap dua di antara pelaku pernah terlibat dalam aksi kekerasan menggunakan samurai di sekitar Swalayan Hawaii, Kecamatan Rumbai. Upaya mediasi dengan korban gagal, dan kasusnya kini resmi dilimpahkan ke kejaksaan.
Polisi menyita sejumlah barang bukti dari penggerebekan, termasuk senjata tajam dan alat kejut listrik, yang digunakan untuk menebar ancaman.
Fenomena geng motor di Pekanbaru, menurut Asep, telah memasuki fase yang mengkhawatirkan. Perlu sinergi antara aparat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan orangtua untuk meredam tren kekerasan di kalangan remaja ini.
“Kami akan bertindak tegas dan terukur. Ini harus dihentikan sebelum lebih banyak korban berjatuhan,” ujarnya.
Wakapolda Riau, Brigjen Pol Jossy Kusumo, juga mengirimkan pesan keras, tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan jalanan di Riau.
“Kami minta masyarakat tetap waspada. Laporkan segera jika ada aktivitas mencurigakan. Ini rumah kita bersama, jangan biarkan teror jalanan merusaknya,” ungkapnya.
Kini, delapan remaja itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Sementara masyarakat Riau berharap, jalanan mereka kembali aman, tanpa teror geng motor yang menyamar sebagai anak muda nakal. (RK1)
Editor: Dana Asmara







