Menu

Mode Gelap
Sapma IPK Riau Berbagi Takjil, Tumbuhkan Kepedulian dan Kebersamaan Ramadan Dirlantas Polda Kepri Tinjau Pos Ops Ketupat Seligi di Karimun, Pastikan Arus Mudik Aman dan Lancar BRK Syariah Gandeng Dharma Wanita Gelar Bazar Sembako Murah untuk Warga Mentangor Alhamdulillah, Dibayar Tanpa Utang, THR ASN Siak 100% dan TPP Berasal Dari APBD Permudah Melintas Pemca Pujud dan Perusahan Aktif Perbaiki Jalan Lintas Yang Rusak Ing H Iskandarsyah Hadiri Pelantikan 2 Komisariat HMI Karimun

Meranti

Pemkab Kepulauan Meranti Perkuat Komitmen Layanan Kesehatan Lewat Sinergi Program JKN

badge-check


					Pemkab Kepulauan Meranti Perkuat Komitmen Layanan Kesehatan Lewat Sinergi Program JKN Perbesar

RiauKepri.com, MERANTI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus memperkuat sinergi dengan BPJS Kesehatan Cabang Dumai melalui pelaksanaan Forum Pemangku Kepentingan Utama Semester I Tahun 2025. Kegiatan yang digelar di Rumah Dinas Bupati Kepulauan Meranti pada Kamis (13/3/2025) itu, bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus mempercepat optimalisasi pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Meranti.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Bambang Supriyanto, yang mewakili Bupati, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan program JKN. Khususnya dalam hal peningkatan kepesertaan serta pemerataan layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Masih terdapat sekitar 16 ribu data peserta yang perlu disempurnakan. Saat ini sedang ditangani Dinas Sosial, namun tentu memerlukan dukungan lintas sektor, termasuk dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Bambang menyoroti rendahnya pemanfaatan mobil JKN di wilayah Meranti yang baru mencapai sekitar 10 persen. Untuk itu, Pemkab Meranti akan mengintensifkan sosialisasi, memperkuat alokasi pembiayaan melalui dana kesehatan daerah, serta melibatkan kepala desa dalam optimalisasi penggunaan mobil layanan tersebut.

Ia menambahkan, partisipasi aparatur desa dalam program JKN juga menjadi perhatian serius. Namun, masih banyak desa yang belum menganggarkan iuran karena keterbatasan anggaran.

“Kami akan mencari solusi pembiayaan agar aparatur desa dapat menjadi peserta aktif JKN.

Ini bagian dari perlindungan dasar yang wajib diberikan pemerintah kepada perangkatnya,” tegasnya.

Bambang juga menyampaikan bahwa Pemkab Kepulauan Meranti berkomitmen untuk mengalokasikan minimal 25 persen dana sektor kesehatan guna mendukung program JKN. Alokasi tersebut mencakup pembiayaan jaminan kesehatan serta dukungan operasional lainnya.

“Kami berharap forum ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan demi terwujudnya layanan kesehatan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Dumai, Bernat Sibarani, mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam mendukung program JKN. Ia menyebut, forum itu merupakan agenda rutin yang bertujuan mengevaluasi pelaksanaan JKN dan menjaring masukan dari para pemangku kepentingan daerah.

“Kami ingin mengetahui langsung tantangan yang dihadapi dalam implementasi JKN, sekaligus membahas langkah strategis untuk menjamin kelangsungan program ini ke depan,” ungkap Bernat.

Dari sisi cakupan kepesertaan, Kabupaten Kepulauan Meranti telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) dengan angka partisipasi lebih dari 98 persen. Capaian ini dinilai sebagai hasil kerja sama yang solid antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan.

Namun demikian, Bernat mengingatkan bahwa saat ini terdapat tren penurunan jumlah peserta dari kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pusat, khususnya kategori BPIHT. Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius karena mayoritas peserta JKN di Meranti berasal dari segmen tersebut.

“Jika tren ini tidak ditangani dengan baik, maka berisiko menurunkan akses layanan kesehatan masyarakat yang selama ini ditanggung oleh negara,” ujarnya.

Terkait komitmen pembiayaan, Bernat menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Meranti yang pada tahun 2024 menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Riau tanpa tunggakan pembayaran iuran untuk peserta BPI daerah. Bahkan, untuk tahun 2025, seluruh kebutuhan iuran telah dianggarkan untuk 12 bulan penuh.

“Ini menunjukkan komitmen luar biasa dari Pemkab Meranti. Kami harap kolaborasi ini terus diperkuat untuk memastikan keberlanjutan layanan kesehatan yang adil dan merata,” ujarnya.

Forum tersebut turut dihadiri oleh para kepala OPD dan sejumlah pejabat lainnya. (ADV)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Santuni Anak Yatim, Kapolres Meranti : Kita Jaga Meranti Terap Kondusif

13 Maret 2026 - 21:11 WIB

Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Rumah Warga Alahair, BPBD Meranti Langsung Salurkan Bantuan

13 Maret 2026 - 20:46 WIB

Bawa Arang Bakau Ilegal, KLM Samudra Indah Jaya Asal Meranti Ditangkap Satgas Gabungan TNI AL

11 Maret 2026 - 16:21 WIB

Layanan Limau Imigrasi Selatpanjang Hadir di Desa Bantar Rangsang Barat

11 Maret 2026 - 11:57 WIB

Korban Kebakaran di Renak Dungun Terima Bantuan Sembako dan Perlengkapan Darurat

10 Maret 2026 - 19:33 WIB

Trending di Meranti