Menu

Mode Gelap
Semarak Hari Posyandu Nasional 2026, Hafizha Keliling Tinjau Layanan Serentak Berbasis 6 SPM Polsek Rupat Ungkap Peredaran Sabu 134,03 Gram di Pelabuhan Roro Tanjung Kapal, Satu Pelaku Diamankan Petani di Bandar Jaya Siak Kecil Diciduk Polisi, Sabu Disembunyikan dalam Name Tag Digerebek di Pondok Desa Bandar Jaya Siak Kecil, Pria Inisial E.A.U Diciduk Bersama Sabu Pemuda di Rupat Utara Diciduk Polisi, Sabu 0,21 Gram Diamankan – Pelaku Positif Narkoba Bintan Paradise Spa Buka Cabang di Bintan Utara, Dukung Pariwisata Internasional

Pekanbaru

Di Riau Sekolah Gratis, Tapi Masih Banyak yang Putus Sekolah

badge-check


					Peringatan Hardiknas 2025 di Provinsi Riau. F: Ist Perbesar

Peringatan Hardiknas 2025 di Provinsi Riau. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU- Sekolah negeri di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Riau, sudah gratis sejak lima tahun lalu. Namun, masih banyak juga anak-anak di bumi Melayu Lancang Kuning ini yang putus sekolah. Apa pasal?

Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid tak menampik hal itu. Katanya, ada beberapa faktor anak-anak di Riau ini yang putus sekolah meskipun sekolah sudah digratiskan. “Saya tidak mau pendidikan berbiaya mahal, Pemprov Riau sudah menggratiskan pendidikan namun masih banyak orang yang tidak sekolah karena keterbatasan uang, seperti mereka tidak bisa mengantar anak sekolah karena tidak ada biaya transportasi, pemerintah belum mampu menyediakan transportasi untuk mereka,” kata Gubri Wahid, Jumat (02/05/2025), usai memimpin upacara Peringatan Hardiknas 2025 di halaman Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, Jumat (2/5/2025).

Apa yang dikatakan Gubri Wahid ini terkait larangan sekolah mengadakan perpisahan di luar sekolah. “Saya tidak melarang untuk perpisahan, yang saya larang itu perpisahan bermewah-mewahan di luar sekolah. Kalau ingin perpisahan di sekolah, silahkan saja dengan sederhana. Anak-anak tidak boleh untuk tidak melakukan perpisahan, karena bisa saja ada momentum supaya mereka punya kesan dan pesan selama bersekolah di sekolahnya, yang tidak boleh itu adalah membebani orangtua dalam kegiatan yang tidak substansif. Nah, ini yang kita larang,” kata Gubri Wahid.

Terkait pendidikan ini juga, dalam Musrembang 2026 Pemprov Riau, Gubri Wahid menyebutkan, bahwa pendidikan merupakan arah kebijakan dan strategi dan target kinerja Pemerintah Provinsi Riau. Beliau berusaha meningkatnya derajat pendidikan masyarakat dengan 2 (dua) indikator kinerja melalui program strategis Riau Cerdas. Untuk mencapai itu, setidaknya dengan pagu indikatif yang diperlukan sebesar Rp 1,05 triliun. (RK1)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Delapan Jemaah Haji Riau Sakit, Dua Batal Berangkat ke Tanah Suci

28 April 2026 - 09:01 WIB

Bupati Siak Serukan Kolaborasi Hadapi Super El Nino 2026: “Jaga Gambut Tetap Basah”

28 April 2026 - 08:05 WIB

Lagi, BSP Ikut Penanaman 14.505 Pohon Bersama SKK Migas Sumbagut dan KKKS di Riau

27 April 2026 - 10:10 WIB

Ruang Asa Project Hadirkan Topi Harapan, Bangkitkan Semangat Anak YKAKI Riau

26 April 2026 - 14:03 WIB

Aladin Melayu

26 April 2026 - 06:23 WIB

Trending di Minda