Menu

Mode Gelap
Dua Masih Hilang, Kepolisian Meranti Jelaskan Penyebab Kejadian DPRD Gelar Paripurna, Wali Kota Batam Usulkan Perubahan KUA/PPAS 2026 Rp 4,508 T Kapolres Bengkalis Melalui Kapolsek Mandau Ungkap Kasus Penyalahgunaan Ekstasi di KTV VIP Duri, Tiga Orang Diamankan Kapal Pompong Pembawa Pekerja Penebang Sagu Karam di Perairan Mengkikip, Dua Orang Masih Hilang Siak Terima Revitalisasi Sekolah Rp61 Miliar Lebih, Bupati Afni: Jangan Ada Fee dan Pungli! Surbekti: Mandat Agrinas Representasi Keputusan Negara, Penguasaan Lahan Eks PT SSS Tak Bisa Ditolak

Pekanbaru

Gubri Wahid: Perhatian Pemerintah Pada Komunitas Kelapa Minim

badge-check

Rapat koordinasi Tim Satgas tentang perencanaan dan percepatan hilirisasi kelapa di Provinsi Riau, di ruang Kenanga Kantor Gubernur Riau. F: Ist Perbesar

Rapat koordinasi Tim Satgas tentang perencanaan dan percepatan hilirisasi kelapa di Provinsi Riau, di ruang Kenanga Kantor Gubernur Riau. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU- Dalam rapat koordinasi
Tim Satgas tentang perencanaan dan percepatan hilirisasi kelapa di Provinsi Riau, Gubernur Riau H. Abdul Wahid, menyebutkan bahawa perhatian yang diberikan oleh pemerintah terhadap komoditas kelapa masih minim. Karemanya dia berharap dengan adanya Satgas maka lebih banyak lagi perhatian pemerintah yang diberikan untuk masyarakat.

“Perhatian pemerintah ini kan masih minim, dengan Satgas semoga jadi lebih banyak lagi intervensi dari pemerintah,” ungkap Wahid pada rapat yang berlangsung di ruang Kenanga Kantor Gubernur Riau, Senin (26/5/2025).

Sementara itu, Staf Khusus Menteri PPN sekaligus Ketua Satgas Perencanaan dan Percepatan Hilirisasi Kelapa, Sukmo Harsono, menyampaikan, memang benar harga kelapa akhir-akhir ini meningkat dan menggembirakan untuk para petani. Akan tetapi, Ia menghimbau kepada semua pihak bahwa suatu saat kelapa akan habis jika tata kelola dan tata niaganya tidak diperbaiki.

“Kita bersama-sama akan melakukan roadmap, menetapkan harga standar untuk mencegah harga kelapa turun di batas yang sangat rendah yang bisa merugikan petani,” ujarnya.

Tata kelola yang nantinya dibuat, sambung Sukomo, akan membantu masyarakat menghadapi persoalan di masa mendatang. Ia berharap kelapa nantinya bisa menjadi primadona seperti kelapa sawit, yang banyak mendapat perhatian dari semua orang.

“Kami akan terus bekerja menyelesaikan dan menghasilkan program tata kelola yang bisa langsung diimplementasikan. Kepada pemerintah daerah, jika ada sesuatu atau persoalan di lapangan jangan sungkan menghubungi kami,” ujar Sukomo. (RK1/*)

 

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

LAMR Terima Audiensi JKSN dan PGNU Riau, Bahas Penguatan Nilai Adat dan Agama

3 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Dua Tahun Menunggu, Atlet Riau Tagih Sisa Bonus PON

3 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Bupati Afni Hadiri Pelantikan IDI, TPP Dokter Siak Masih yang Tertinggi

2 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Belah Rumah

2 Agustus 2026 - 05:47 WIB

Sabut Batu

1 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Trending di Minda