RiauKepri.com, BELITUNG — Hasil kolaborasi PT Timah Tbk bersama Kelompok Tani Jelutung Desa Badau Kecamatan Badau Kabupaten Belitung, sulap lahan bekas tambang menjadi ladang nenas yang sudah panen Selasa (27/05/2025)
Kolaborasi tersebut merupakan upaya anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID PT Timah dalam melaksanakan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan juga pemberdayaan masyarakat petani di areal perusahaan
Ketua Kelompok Tani Air Jelutung, Suhari, mengatakan kolaborasi ini merupakan pengalaman pertama mereka dalam mengelola lahan bekas tambang untuk dibudidaya sebagai lahan perkebunan nenas, ujar Suhari
“Ini pertama kalinya kami menanam nenas di lahan bekas tambang bersama PT Timah. Awalnya pertumbuhan tanaman cukup lambat, meskipun sudah mencoba berbagai jenis pupuk. Namun setelah menggunakan kotoran ayam, pertumbuhannya mulai membaik,” ungkap Suhari
Meski hasil panen pertama belum maksimal karena kondisi tanah, Suhari menilai kualitas rasa nanas tetap terjaga. Ia optimistis, dengan pendampingan berkelanjutan dari PT Timah, lahan ini bisa menjadi sentra perkebunan nanas yang produktif dan bernilai ekonomis, ujar Suhari yakin
“Kami sangat berterima kasih kepada PT Timah atas dukungan dan pendampingan yang diberikan. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kelompok kami, dan ke depan kami yakin bisa menjadikan lahan eks tambang ini sebagai kebun nanas yang lebih baik,” ungkap Suhari
Sementara itu, Sekretaris Desa Badau, Janiwati, mengapresiasi langkah PT Timah yang telah melibatkan masyarakat dalam pengelolaan lahan eks tambang melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), ujar Janiwati.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan dampak positif bagi perekonomian kelompok tani. Ini bukan hanya bantuan fisik, tapi juga ada pendampingan dan pembinaan yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkap Janiwati.
Lebih jauh Janiwati mengatakan pemanfaatan lahan bekas tambang tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal kualitas tanah. Namun, dengan kolaborasi yang terus ditingkatkan, ia yakin hasil pertanian dari lahan eks tambang bisa sejajar dengan lahan produktif lainnya, ujar Janiwati
“Kami berharap kolaborasi seperti ini tidak berhenti di tanaman nanas saja, tapi juga dikembangkan untuk komoditas lain seperti sawit atau tanaman hortikultura lainnya. Terima kasih PT Timah yang telah melibatkan masyarakat Desa Badau dalam pengelolaan lahan eks tambang,” ungkap Janiwati mengakhiri (RJ)
Editor: Dana Asmara








