RiauKepri.com, JAKARTA – Mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan signifikan setelah pasar menunjukkan optimisme terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan perdagangan yang baru. Penguatan ini dipicu oleh keputusan Presiden Donald Trump untuk menunda rencana penerapan tarif 50 persen pada impor Uni Eropa.
Faktor Pendukung Penguatan Dolar AS:
– Kesepakatan Perdagangan AS-Inggris: Pengumuman kesepakatan perdagangan antara AS dan Inggris memicu optimisme pasar, meningkatkan kepercayaan investor, dan mendorong penguatan dolar AS.
– Laporan Keuangan Nvidia: Laporan keuangan Nvidia yang dirilis setelah penutupan pasar Wall Street juga berkontribusi pada penguatan dolar AS.
– Indeks Dolar: Indeks Dolar (DXY) naik 0,39 persen menjadi 99,92 pada penutupan perdagangan Rabu, 28 Mei 2025.
Pergerakan Mata Uang Lain:
– Euro: Euro melemah 0,35 persen terhadap dolar AS menjadi 1,1288 dolar AS.
– Yen: Dolar AS menguat 0,33 persen terhadap yen menjadi 144,8.
– Dolar Australia: Dolar Australia melemah 0,33 persen terhadap dolar AS menjadi 0,6422 dolar AS setelah data inflasi konsumen Australia menunjukkan stabilitas pada April.
Prospek Ekonomi AS:
Pejabat Federal Reserve mengakui kemungkinan menghadapi “kompromi yang sulit” dalam beberapa bulan mendatang terkait kenaikan inflasi dan peningkatan pengangguran. Namun, trader Fed funds futures memprediksi bank sentral AS akan melanjutkan pemotongan suku bunga pada September. (*)
Editor: Dana Asmara







