RiauKepri.com, PEKANBARU- Seperti biasa, di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, sibuk dengan rutinitas. Para petugas Avsec memantau layar X-Ray, memeriksa kiriman barang yang lalu-lalang. Namun, Kamis 5 Juni 2025 itu, sebuah paket kecil membuat seorang petugas menghentikan pandangannya lebih lama dari biasanya.
Paket dengan tujuan Sulawesi Selatan itu menunjukkan mencurigakan saat melewati mesin pemindai. Dari luar, kiriman itu tampak seperti kiriman biasa. Tapi bagi mata terlatih seorang petugas keamanan bandara, ada sesuatu yang tidak lazim.
Kecurigaan itulah yang akhirnya membuka tirai atas sebuah upaya penyelundupan narkotika jenis sabu yang disamarkan secara licik, dibungkus plastik hitam, dibalut dengan kaos hitam, dan disembunyikan rapi di dalam sepasang sepatu anak-anak.
Taktik yang Halus
Begitu paket dibuka secara manual, suasana berubah menjadi tegang. Tim gabungan dari Avsec dan personel BKO TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin segera bergerak cepat. Dua pasang sepatu anak-anak dikeluarkan perlahan, dan dari dalamnya, ditemukan sabu seberat 47 gram.
Modus ini jelas menunjukkan upaya para pelaku untuk memanfaatkan “wajah polos” dari benda-benda tak terduga, berharap bisa menyelinap lewat sistem keamanan bandara. Namun sayang bagi mereka, profesionalisme dan kewaspadaan para petugas justru membalikkan rencana tersebut menjadi kegagalan total.
Dari X-Ray ke Meja BNN
Setelah temuan awal, barang bukti langsung diamankan ke Kantor Avsec Bandara. Dalam waktu singkat, tim dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau dan Bea Cukai tiba di lokasi. Tes cepat dilakukan, dan hasilnya positif Methamphetamine, jenis narkotika yang dikenal luas sebagai sabu.
Serah terima barang bukti dilakukan secara resmi kepada BNNP Riau, disaksikan oleh jajaran dari Lanud Roesmin Nurjadin, termasuk personel Polisi Militer dan petugas Avsec. Di antara barang bukti yang disita adalah dua pasang sepatu anak, satu kaos hitam, dan satu bungkus sabu yang dibungkus rapat.
Pujian dan Peringatan
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesigapan para petugas.
“Ini bukti nyata dari dedikasi dan sinergi yang kuat antara personel BKO dan Avsec. Terima kasih atas kewaspadaan yang tinggi,” ujar Marsma Abdul Haris.
Ia juga mengingatkan bahwa narkotika tetap menjadi ancaman nyata bagi bangsa, dan menekankan pentingnya loyalitas serta kesiapsiagaan semua pihak dalam menjaga gerbang udara dari kejahatan terorganisir.
Jejak di Balik Kiriman
Kini, barang bukti telah berada di Kantor BNNP Riau di Jalan Pepaya, Pekanbaru. Penyelidikan lebih dalam sedang dilakukan untuk menelusuri jejak pengirim dan jaringan di baliknya. Siapa pengirimnya? Siapa penerima di Sulawesi Selatan? Apakah ini bagian dari sindikat yang lebih besar?
Pertanyaan-pertanyaan itu masih menggantung, namun satu hal sudah pasti, satu langkah kecil yang jeli dari petugas Avsec telah menggagalkan satu langkah besar para penyelundup. Dalam dunia perang melawan narkoba, kejelian seperti itu bisa menyelamatkan banyak nyawa. (RK1)







