Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Senin, 8 Juni 2026: Tanjungpinang hingga Batam Berpotensi Berawan, Hujan Ringan Masih Mengintai Peringati Hari Laut Sedunia, TP PKK Kuala Maras dan Anambas Foundation Gelar Aksi Bersih Pantai. Di Meranti, Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Hotel TP PKK Kuala Maras Gelar Senam Sehat dan Aksi Bersih Pantai, Wujudkan Desa Sehat dan Bersih Perempuan LAMR Meriahkan Milad ke-56 dengan Delapan Kegiatan Budaya dan Sosial Tulang Politik

Ragam

Pasar Sosial

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Puisi-puisi Hang Kafrawi

Pasar Sosial

Di bursa kehidupan ini
harga manusia ditentukan sentimen
bukan lagi akhlak
bukan lagi ilmu
melainkan seberapa tinggi ia diperdagangkan

Setiap pagi layar-layar menyala
grafik keserakahan bergerak hijau
sementara indeks kejujuran
terus menyentuh support paling bawah

Para bandar kuasa
menggoreng mimpi rakyat kecil
menaikkan harapan setinggi langit
lalu menjualnya diam-diam
ketika euforia mencapai puncak

Di sudut negeri
buruh dan petani menjadi saham tidur
tak dilirik pasar
tak masuk portofolio pembangunan
meski merekalah fondasi modal bernama bangsa

Ada yang rakus mengejar kemewahan
membeli gengsi dengan hutang berbunga
lalu sangkut bertahun-tahun
pada grafik kehidupan
yang tak pernah kembali ke harga beli

Di media sosial
setiap orang melakukan menabur kebahagiaan
menawarkan citra terbaiknya
meski laporan keuangannya
penuh kerugian yang disembunyikan

Dividen janji terus dibagikan
menjelang musim pemilihan
namun setelah transaksi selesai
yang tersisa hanya capital loss
dan rakyat kembali mengurut dada

Negeri ini menguat dalam slogan
namun merugi dalam kenyataan
karena yang diperdagangkan bukan lagi saham
melainkan harapan manusia

Ketika lonceng penutupan berbunyi
baru kita sadar
bahwa selama ini
yang diperjualbelikan di pasar zaman
adalah martabat kita sendiri

2026

 

Algoritma Kemiskinan

 

Di timeline negeri ini

yang viral bukan lagi kemiskinan

melainkan kemewahan

 

Orang-orang berlomba masuk FYP

memamerkan rumah, mobil, dan liburan

sementara di sudut feed yang sepi

ada ibu yang tak tahu

bagaimana membeli beras esok pagi

 

Algoritma zaman bekerja diam-diam

mendorong yang kaya

semakin trending

semakin banyak followers

semakin besar keuntungan

sementara yang miskin

tenggelam di bawah layar

tak pernah muncul di beranda kekuasaan

 

Setiap hari manusia melakukan upload kehidupan

menyusun konten kebahagiaan

memberi filter pada luka

mengedit kenyataan

agar terlihat sempurna

 

Padahal di balik story yang tersenyum

ada hutang yang menggunung

ada kecemasan yang tak pernah logout

ada hati yang lelah

mengejar like demi like

 

Di negeri ini

harga diri dihitung dari jumlah followers

kebenaran diukur dari jumlah share

dan kebijaksanaan kalah oleh konten viral

 

Orang-orang tidak lagi bertanya:

“Apakah ini benar?”

tetapi:

“Apakah ini akan trending?”

 

Lahirlah influencer keserakahan

yang mengajarkan bahwa hidup adalah pameran

bahwa manusia harus selalu tampak berhasil

meski jiwanya sedang runtuh perlahan

 

Yang kaya semakin kaya

kontennya disebarkan algoritma

wajahnya muncul di mana-mana

suaranya menjadi rekomendasi

 

Yang miskin semakin miskin

keluhannya tenggelam dalam scroll tanpa akhir

ceritanya kalah oleh hiburan

deritanya kalah oleh sensasi

 

Di kolom komentar kehidupan

hati nurani perlahan diblokir

orang-orang sibuk saling menghakimi

saling membatalkan

saling menjatuhkan demi kegagahan

 

Duit menjadi hashtag paling populer

sementara kejujuran kehilangan pengikut

dan ketika malam tiba

saat layar-layar mulai redup

aku melihat manusia berjalan sendirian

membawa akun yang penuh pujian

namun hati yang kosong

 

Mereka memiliki ribuan followers

tetapi kehilangan sahabat

Mereka mendapatkan jutaan views

tetapi kehilangan rasa

Mereka berhasil menaklukkan algoritma

namun gagal menyelamatkan nuraninya.

 

Lalu dari sudut timeline yang sunyi

kemiskinan kembali mengunggah kesedihannya

tak ada yang melihat.

dunia sedang sibuk

menekan tombol like

pada kemewahan yang lewat sesaat.

2026

Hang Kafrawi adalah nama pena Muhammad Kafrawi, dosen Program Studi Sastra Indonesia, FIB Unilak, Peknbaru, Riau.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tulang Politik

7 Juni 2026 - 09:32 WIB

Tinggal Senging

6 Juni 2026 - 08:01 WIB

Bantuan Indonesiana, Teater Matan Bawa Bangsawan Menyusuri Pesisir Riau

6 Juni 2026 - 07:20 WIB

APKASINDO Apresiasi Afni, Annisa dan Zukri, Perjuangan Kepala Daerah Dongkrak Harga TBS Petani

5 Juni 2026 - 22:16 WIB

BSP Siap Dukung Normalisasi Kanal untuk Penanganan Banjir di Jalur Siak–Buton

5 Juni 2026 - 16:10 WIB

Trending di Riau