RiauKepri.com, PEKANBARU- Riau terang ketika kabar baik datang dari Bandara Sultan Syarif Kasyim II. Di sana, Gubernur Riau Abdul Wahid baru saja menyelesaikan rapat strategis bersama jajaran PLN pusat, Komisi XII DPR RI, dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Isinya bukan main lagi, wilayah kepulauan akan segera merasakan konektivitas listrik yang menyeluruh.
“PLN akan membangun kabel listrik bawah laut ke Pulau Rupat, Bengkalis, serta kawasan Rangsang dan Mendung di Kepulauan Meranti,” ujar Wahid bersemangat.
Hasil ini bukan datang tiba-tiba. Lobi-lobi panjang ke pusat, komunikasi intensif, serta desakan dari bawah akhirnya membuahkan keputusan besar. Bukan hanya menyambungkan listrik antar pulau, proyek ini juga akan menghubungkan jaringan listrik kepulauan ke sistem induk Sumatera.
“Kita ingin semua wilayah di Riau terintegrasi dalam satu sistem. Tidak ada lagi ketergantungan pada genset atau sistem terisolasi,” ungkap Wahid.
Dari semula ditargetkan rampung 2027, proyek ini dipacu tuntas lebih cepat pada tahun 2026. Gubernur Wahid tak ingin menunda-nunda. Baginya, listrik bukan hanya cahaya, tapi penggerak ekonomi, pendidikan, dan pemerataan pembangunan.
Tak main-main, proyek ini akan melibatkan jaringan tegangan tinggi: mulai dari 150 KVA di Bengkalis, hingga 500 KVA di titik-titik strategis lain. “Pertumbuhan kebutuhan listrik kita 14 persen, energi 8 persen. Ini sinyal kuat bahwa Riau butuh percepatan. Dan listrik adalah fondasi utama,” tambah Wahid.
Dengan pasokan listrik yang stabil, Riau membuka diri pada investasi. “Kita targetkan ekonomi Riau bisa tumbuh di atas 5 persen tahun ini,” ujar Wahid optimis.
Sementara itu, Direktur Distribusi PLN, Adi Priyanto, mengamini pentingnya proyek ini. “Tugas kami menjahit pulau-pulau dengan jaringan listrik. Inilah aspirasi dari Riau yang kami jawab,” katanya. Seraya minta doa agar proyek ini berjalan lancar, karena tantangan teknis di lapangan tidak ringan.
Wahid menutup pernyataannya dengan harapan besar, pada tahun 2027, tak ada lagi desa di Riau yang gelap gulita. “Semua harus teraliri listrik. Bahkan yang paling terpencil sekalipun,” katanya. (RK1)
Editor: Dana Asmara







