RiauKepri com, PEKANBARU- Sorotan lampu catwalk Manila International Fashion Week (MIFW) 2025 tak hanya menyinari busana glamor dari para desainer dunia, tetapi juga memantulkan kilau khas dari tanah Melayu Riau. Lewat tangan kreatif dan kolaboratif Puan Aspekraf Riau bersama Batik Kiambang Bertaut by Syarifah Aida, batik-batik Riau kembali hadir di kancah fesyen internasional, menegaskan eksistensinya sebagai bagian dari warisan budaya yang modern, elegan, dan berkelas dunia.
Pada ajang prestisius yang diikuti para desainer dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Malaysia, Laos, dan Indonesia ini, Puan Aspekraf Riau tampil dalam tiga slot istimewa, membawa semangat perempuan pelaku ekonomi kreatif dari Riau ke pentas global.
Slot I: Puan Aspekraf dan Warisan Budaya dalam Langkah Anggun
Slot pertama menampilkan karya para anggota Puan Aspekraf sendiri. Busana yang diperagakan merupakan hasil rancangan masing-masing anggota: Odor Juliana, Sefranti Kifna, Sri Delvita, dan Devi Susanti. Dengan menggunakan beragam batik dari berbagai daerah di Riau seperti Batik Seruni Dayun, Batik Putri Tujuh Dumai, dan Batik Kiambang Bertaut Indragiri Hilir, slot ini menjadi bentuk perayaan budaya lokal yang dikemas dalam format kontemporer. Penataan dan desain keseluruhan ditangani oleh desainer muda Riau, Irna Juita.
Slot II: Fashion for All, Batik Bertemu Dunia
Slot berikutnya mengambil tema inklusif dalam tajuk “Fashion for All”, dengan menampilkan kolaborasi antara Batik Kiambang Bertaut dan para model profesional asal Filipina seperti Chaterine Muguerza, Malou Panlaqui, Maria Mora, Meggan, Louise Aguilar, serta Weng dan Gee. Koleksi yang ditampilkan menampilkan keberagaman warna dan motif batik Riau dalam siluet modern yang tetap menghormati akar tradisinya.
Slot III: Young Face, Kolaborasi Lintas Negara, Lintas Generasi
Slot ketiga bertajuk “Young Face” menjadi ajang eksplorasi kolaborasi antara desainer muda Indonesia Irna Juita dan desainer Filipina Jayson Cuaycong. Koleksi yang ditampilkan diperagakan oleh model-model muda berbakat seperti Sabitah Aulia Siregar, Lamdina Elizabeth Marpaung, Gladis, Winola Athifa Srikandi, serta Karen Honey. Tak ketinggalan, Thalya, ambassador resmi MIFW 2025, turut memperagakan busana dari koleksi ini. Slot ini merepresentasikan semangat regenerasi dan pembaruan, di mana batik tak hanya dikenakan oleh generasi tua, tapi juga menyatu dengan jiwa muda dunia.
Slot Malam, Showcase Batik sebagai Busana Pesta
Puncak malam menampilkan slot showcase dengan gaya busana pesta, memperlihatkan bahwa batik tak hanya pantas di ruang tradisional, tapi juga layak bersanding di red carpet. Koleksi ini kembali digarap oleh Irna Juita dan Jayson Cuaycong, dengan batik-batik khas Riau yang tampil memesona dalam potongan busana elegan. Kehadiran Avi Harahap dari Dharma Wanita KBRI Manila serta dukungan berbagai tokoh diplomatik menambah nilai prestisius dari kehadiran Puan Aspekraf di panggung internasional ini.
Batik Sebagai Identitas, Bukan Sekadar Kain
Bagi Datin Syarifah Aida, keikutsertaan di Manila International Fashion Week bukan sekadar soal memperlihatkan busana, tapi tentang membangun identitas. “Setiap motif batik yang dibawa adalah cerita, tentang tanah, tentang perempuan, tentang warisan,” ujarnya. Ia juga menegaskan pentingnya keberlanjutan partisipasi perempuan pelaku ekonomi kreatif agar mampu terus bersaing secara global.
Acara ini ditutup dengan gala dinner bersama Mr. Bench Bello, owner dari MIFW, yang secara terbuka menyampaikan harapannya agar Puan Aspekraf bisa kembali hadir tahun depan. Para duta besar, pejabat pemerintahan Filipina, hingga selebritas lokal turut hadir, memberi penghormatan pada ragam budaya dunia yang bersatu dalam satu panggung. (RK1)
Editor : Dana Asmara








