RiauKepri.com, PEKANBARU– Pagi yang teduh di Gedung Daerah Balai Serindit, Kota Pekanbaru, Gubernur Riau Abdul Wahid tampak mengumpulkan puluhan pimpinan perusahaan besar. Ada apa? Wahid bicara tegas soal satu hal, jalan rusak karena ODOL (Over Dimension Over Load).
“Saya tidak melarang bapak berbisnis. Tapi perhatikan dampaknya. Kalau jalan rusak, bapak juga yang akan kesulitan,” ucap Wahid.
Selama ini, jalan-jalan di Riau yang dibangun untuk bertahan puluhan tahun, rusak hanya dalam hitungan bulan. Penyebabnya? Truk-truk bermuatan berlebih yang lalu lalang tanpa memperhitungkan beban. Gubri Wahid tahu, masalah ini tak bisa ditangani hanya dengan membangun ulang, harus ada komitmen dari pelaku usaha.
Ia mengajak perusahaan agar memastikan kendaraan operasional mereka memenuhi standar. Jika dikerjasamakan dengan pihak ketiga, maka tanggung jawab pengawasan tetap ada. Bahkan, ia menekankan pentingnya penggunaan kendaraan berpelat BM sebagai bentuk kontribusi bagi daerah.
“Saya dan Kapolda sudah sepakat, mutasi kendaraan kini gratis. Jadi tidak ada alasan untuk tidak patuh,” katanya, memberi solusi konkret.
Tak hanya itu, Wahid juga mewacanakan agar kepatuhan perusahaan dalam menjaga infrastruktur masuk dalam penilaian PROPER, program pemeringkatan kinerja lingkungan hidup dari pemerintah pusat. Ini sinyal kuat bahwa pemprov tak main-main dalam menjaga infrastruktur demi keberlangsungan ekonomi.
“Untuk apa kami memungut pajak? Untuk jalan yang bisa bapak-ibu nikmati bersama. Maka saya ajak, ayo kita taati aturan ini, demi kita semua,” ucap Wahid. (RK1)







