Menu

Otomatis
Breaking News

Tanjungpinang

Dari Rumah Reyot ke Harapan Baru, Kisah Ibu Syamsiar dan Bhayangkara yang Peduli

badge-check

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi didamping Wali Kota Tanjungpinang memotong pita meresmikan satu unit rumah hasil program bedah rumah untuk warga program dari Polresta Tanjungpinang. F: Ist Perbesar

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi didamping Wali Kota Tanjungpinang memotong pita meresmikan satu unit rumah hasil program bedah rumah untuk warga program dari Polresta Tanjungpinang. F: Ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Di sebuah gang kecil bernama Senggol, tepatnya di RT 3/RW 2, Kelurahan Kampung Bugis, derai air mata haru mengiringi langkah kaki Ibu Syamsiar saat memasuki rumah barunya. Rumah yang dulu reyot, bocor di sana-sini, kini berubah menjadi tempat tinggal yang lebih layak—buah kerja gotong royong para anggota Polresta Tanjungpinang dalam program bedah rumah.

Perempuan tangguh ini adalah seorang ibu lima anak, yang sehari-hari mengopek ikan bilis untuk menyambung hidup. Dengan penghasilan yang tak menentu, memiliki rumah sehat dan nyaman adalah impian yang terlalu jauh. Namun, momen Hari Bhayangkara ke-79 justru menjadi titik balik dalam hidupnya.

Selama 18 hari, rumah Ibu Syamsiar disulap dari bangunan lusuh menjadi tempat yang layak huni. Renovasi total dilakukan oleh jajaran Polsek Tanjungpinang Kota—dari atap hingga saluran air, semua diperbaiki. Tak hanya itu, sanitasi juga dibenahi agar keluarga ini bisa hidup lebih sehat.

“Ini bukan sekadar bedah rumah, tapi bedah harapan,” kata Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi saat peresmian, Kamis (26/6). “Kami ingin momen Bhayangkara menjadi nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tak hanya upacara, tapi aksi nyata.”

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, yang turut hadir, mengungkapkan apresiasinya terhadap aksi sosial Polri. “Polri bukan hanya pengaman kota, tapi juga penggerak kebaikan,” katanya. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menanggulangi kemiskinan secara berkelanjutan.

Di tengah gegap gempita peringatan Bhayangkara yang biasanya identik dengan apel dan parade, kisah Ibu Syamsiar menjadi pengingat bahwa makna pengabdian sejati adalah ketika aparat mampu menyentuh sisi paling mendasar dalam kehidupan rakyat: tempat tinggal yang layak, rasa aman, dan secercah harapan.

Kini, rumah baru Ibu Syamsiar bukan sekadar bangunan bata dan semen, melainkan simbol kasih dan kepedulian. Di balik tembok putih bersih itu, tersimpan cerita tentang perjuangan, solidaritas, dan secercah masa depan yang lebih baik. (RK9)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bergerak Cepat ,Polsek Bestari Bersama Damkar Dan Warga Padamkan Kebakaran Lahan di Dompak

11 Sep 2026 - 13:11 WIB

Bergerak Cepat ,Polsek Bestari Bersama Damkar Dan Warga Padamkan Kebakaran Lahan di Dompak

Proses Perceraian Belum Tuntas, Dugaan Hidup Bersama Berujung Laporan ke Polresta Tanjungpinang

9 Sep 2026 - 11:05 WIB

Proses Perceraian Belum Tuntas, Dugaan Hidup Bersama Berujung Laporan ke Polresta Tanjungpinang

Prakiraan Cuaca Kepri Senin 7 September 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Berawan hingga Cerah Berawan

7 Sep 2026 - 07:42 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Senin 7 September 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Berawan hingga Cerah Berawan

PB Porprov VI Kepri Tegaskan 65 Nomor Gugur Bukan Keputusan Sepihak, Tapi Hasil Verifikasi Entry by Number

5 Sep 2026 - 15:35 WIB

PB Porprov VI Kepri Tegaskan 65 Nomor Gugur Bukan Keputusan Sepihak, Tapi Hasil Verifikasi Entry by Number

Pelindo Tanjungpinang Dukung UKW PWI Kepri, Wujudkan Wartawan Berkompeten

4 Sep 2026 - 19:27 WIB

Pelindo Tanjungpinang Dukung UKW PWI Kepri, Wujudkan Wartawan Berkompeten
Trending di Tanjungpinang