RiauKepri.com, PEKANBARU– Kamis pagi, 26 Juni 2025, langit Kota Pekanbaru belum terlalu terik ketika suara knalpot khas RX King memecah kesunyian jalanan. Di atas motor tua legendaris itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho tampak memimpin iring-iringan kecil. Ia tidak mengenakan jas resmi atau stelan safari. Hanya mengena baju kemeja putih, helm, dan sepatu kets. Tujuannya pagi itu bukan gedung pemerintahan, melainkan simpang-simpang jalan di mana para pengemis dan pengamen biasa mangkal.
“Kami ingin melihat langsung kondisi sosial masyarakat,” ujar Agung lewat akun media sosialnya. Ia didampingi beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Pekanbaru.
Di simpang lampu merah, Agung berhenti. Ia mendekati seorang pengamen muda dan pengemis mengenakan baju badut. Pertanyaan pertama yang ia lontarkan sederhana, “Mana KTP-mu?” Namun, jawaban seragam muncul dari mulut para pemuda itu, mereka tak punya identitas sebagai warga Pekanbaru. “Mayoritas bukan warga sini,” kata Agung.
Agung menyebutkan pendekatan yang ia lakukan bersifat persuasif. “Saya mendorong mereka untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Tapi kalau tidak mau dibina, kami minta mereka pulang ke daerah asal,” ujarnya.
Pemandangan pagi itu berubah jadi semacam patroli sosial. Di salah satu titik, Agung menjumpai seorang ibu muda menggendong anak kecil. Ia sedang mengemis. Menilai tubuh sang ibu masih sehat, Agung menegurnya dan menyarankan agar mencari pekerjaan yang lebih layak. “Jangan ajari anak mengemis,” katanya tegas.
Tak hanya pengemis dan pengamen yang disapa pagi itu. Sejumlah gelandangan psikotik juga ditemui. Kepada mereka, Agung menginstruksikan tindak lanjut agar tidak mengganggu kenyamanan warga.
Aksi razia sosial seperti ini, menurut Agung, akan rutin dilakukan. Tujuannya satu, memastikan Kota Pekanbaru tertib dan aman. “Kami ingin warga bisa beraktivitas dengan nyaman,” ujarnya.
Dengan motor RX King-nya, Agung melanjutkan patroli. Suara knalpot dua tak kembali menghilang di antara lalu lintas pagi. Sementara para pengamen, pengemis, dan gepeng yang ditemuinya pagi itu, membawa pulang lebih dari sekadar teguran, juga pesan perubahan. (RK1)






