RiauKepri.com, BATAM – Dataran Engku Putri, Batamcentre, kembali menjadi pusat perhatian ribuan warga Batam, Sabtu (28/6/2025) malam. Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kota Batam tak hanya menghadirkan suasana religius, tapi juga menjadi panggung perayaan identitas Batam sebagai kota yang memadukan kemajuan dan nilai spiritual.
Dibuka dengan lantunan sholawat dan iringan doa bersama, suasana terasa khidmat dan penuh makna. Tidak hanya di lokasi, ribuan pasang mata juga menyaksikan momen ini lewat siaran langsung kanal YouTube Diskominfo Batam, menjangkau masyarakat luas yang tidak bisa hadir secara fisik.
Puncak acara menghadirkan penceramah nasional kondang, Ustaz Das’ad Latif, yang sukses membakar semangat dan hati ribuan jamaah dengan gaya ceramah khasnya—tajam, jenaka, namun penuh hikmah. Dalam tausiyahnya, Ustaz Das’ad mengajak warga Batam untuk menjadikan tahun baru Islam sebagai momentum evaluasi dan perbaikan diri, baik secara pribadi maupun sosial.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut langsung kehadiran sang penceramah dan menyampaikan apresiasinya terhadap semangat religius warga Batam.
“Antusiasme ini adalah bukti bahwa spiritualitas tetap tumbuh subur di tengah pembangunan kota. Batam bukan hanya membangun gedung, tapi juga membangun jiwa,” ungkap Amsakar.
Dalam sambutannya, Amsakar juga menyampaikan bahwa semangat Kota Madani yang diusung Pemko Batam telah mewujud nyata dalam berbagai kegiatan keagamaan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan fisik dan batin untuk menciptakan kota yang harmonis dan berbudaya.
Tak hanya menjadi ajang refleksi spiritual, acara malam itu juga membawa kabar membanggakan. Di hadapan ribuan warga, Amsakar menyerahkan langsung bonus penghargaan kepada para kafilah Kota Batam yang berhasil meraih Juara Umum STQH XI Tingkat Provinsi Kepri.
“Ini bukan sekadar hadiah, tapi bentuk dorongan agar anak-anak muda Batam terus berprestasi dan mencintai Al-Qur’an,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga malam hari ini menjadi simbol penguatan identitas Batam sebagai kota modern yang tetap menjunjung tinggi nilai religius. Suasana hangat penuh doa dan semangat kebersamaan membungkus Dataran Engku Putri malam itu—membangun harapan baru untuk menyongsong tahun Hijriah yang lebih baik.
“Semoga tahun baru Islam ini menjadi cermin untuk memperbaiki diri dan mempererat ukhuwah sesama,” tutup Amsakar. (RK6)
Editor: Dana Asmara








