Menu

Otomatis
Breaking News

Batam

Di Bawah Tatapan Penguji, Cerita Hari Kedua dari Gelanggang UKW PWI Kepri 2026

badge-check

Penguji Madya dan Muda, H. Ramon Damora, tampak menyimak dengan cermat. (Foto: ist) Perbesar

Penguji Madya dan Muda, H. Ramon Damora, tampak menyimak dengan cermat. (Foto: ist)

RiauKepri.com, BATAM – Atmosfer di dalam Balairungsari BP Batam terasa begitu intens pada Sabtu (19/9/2026). Tidak ada riak suara tawa atau obrolan santai yang biasanya mewarnai ruang tunggu wartawan. Yang ada hanya derak jemari yang menari cepat di atas papan ketik laptop, helaan napas berat, dan tatapan tajam yang tertuju pada tumpukan lembar evaluasi.

Di salah satu sudut ruangan, Tokoh PWI Kepri sekaligus Penguji Madya dan Muda, H. Ramon Damora, tampak menyimak dengan cermat. Matanya menatap lekat para peserta yang tengah bersimulasi dalam sesi rapat redaksi (editorial meeting). Sesekali ia memberikan pertanyaan menohok, menguji sejauh mana naluri dan kepatuhan etika para jurnalis ini diuji ketika tenggat waktu.

Begitulah gambaran hari kedua Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh PWI Kepri selama dua hari, 18–19 September 2026. Sejak dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, pada Jumat lalu, ajang ini bukan sekadar ujian di atas kertas, melainkan kawah candradimuka bagi profesionalisme insan pers yang tak hanya datang dari Kepulauan Riau, tetapi juga diramaikan oleh peserta dari tetangga seberang, Provinsi Riau.

Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, menegaskan bahwa pelaksanaan UKW ini merupakan komitmen berkelanjutan organisasi dalam menjaga kehormatan dan kualitas karya jurnalistik di daerah.

“UKW ini bukan sekadar seremonial untuk mengejar kartu kompetensi. Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk memastikan bahwa wartawan yang bertugas di lapangan benar-benar memegang teguh Kode Etik Jurnalistik, memiliki wawasan yang luas, serta terampil menyajikan informasi yang akurat dan berimbang bagi masyarakat. Kehadiran rekan-rekan peserta, termasuk dari Riau, menunjukkan betapa tingginya semangat insan pers di daerah untuk terus meningkatkan kapasitas diri,” ujar Saibansah di sela-sela kegiatan, Sabtu (19/9/2026).

Sebanyak 36 wartawan lintas daerah tersebut melebur dalam dinamika ujian yang menguras energi dan pikiran. Mereka terbagi ke dalam tiga jenjang kompetensi, 15 peserta di tingkat Muda (reporter lapangan), 14 peserta di tingkat Madya (redaktur/editor), dan 7 peserta di tingkat Utama (pemimpin redaksi/redaktur pelaksana). Kehadiran peserta dari Riau semakin mempererat silaturahmi sekaligus menegaskan semangat kebersamaan insan pers rumpun Melayu.

Meski berasal dari latar belakang media dan daerah yang beragam, seluruh peserta dituntut membuktikan tiga aspek mendasar dalam dunia jurnalistik: kesadaran (attitude), pengetahuan (knowledge), dan keterampilan (skills).

Kesadaran (Attitude): Membedah pemahaman mendalam tentang Kode Etik Jurnalistik (KEJ), UU Pers, serta integritas moral di lapangan.

Pengetahuan (Knowledge): Menguji wawasan umum, hukum pers, hingga penguasaan isu-isu strategis kawasan.

Keterampilan (Skills): Menilai teknis peliputan, wawancara, penulisan, penyuntingan, hingga manajerial redaksi.

Di meja UKW Muda, para reporter ditempa mulai dari merencanakan usulan liputan, teknik wawancara pencegatan (doorstep), hingga penulisan berita kisah (feature). Sementara itu, pada kelompok uji Madya dan Utama, tensi ujian bergeser pada bobot keputusan strategis—bagaimana mengarahkan agenda setting, menyunting naskah kritis, menentukan kebijakan editorial (editorial policy), hingga mengelola krisis institusi pers.

Proses evaluasi dilakukan melampaui batas teori. Setelah tahap pra-uji administrasi, para peserta dihadapkan pada simulasi praktik langsung lengkap dengan batasan deadline yang ketat, disusul sesi diskusi serta studi kasus atas konflik peliputan yang sering dialami di lapangan.

Bagi para jurnalis yang terbiasa mengejar berita di lapangan, duduk di hadapan para penguji berpengalaman memberikan pengalaman yang mendebarkan sekaligus mendewasakan.

Sertifikasi ini bukan sekadar mengejar status kompeten di atas kertas, melainkan menegaskan kembali janji moral seorang wartawan untuk menyajikan kebenaran yang teruji bagi publik. (RK/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sambangi PWI Batam, Ketum PWI Pusat Pesan Jaga Soliditas dan Kemitraan Strategis

18 Sep 2026 - 19:59 WIB

Sambangi PWI Batam, Ketum PWI Pusat Pesan Jaga Soliditas dan Kemitraan Strategis

Doakan Peserta UKW Lulus Semua, Ketua DPRD Kepri Siap Perkuat Kolaborasi Bareng PWI Kepri

18 Sep 2026 - 13:03 WIB

Doakan Peserta UKW Lulus Semua, Ketua DPRD Kepri Siap Perkuat Kolaborasi Bareng PWI Kepri

Gelar OKK Perdana Hingga Agendakan UKW di BP Batam, PWI Kepri Perketat Standar Etika Wartawan 2026

17 Sep 2026 - 20:46 WIB

Gelar OKK Perdana Hingga Agendakan UKW di BP Batam, PWI Kepri Perketat Standar Etika Wartawan 2026

Bawa Spirit ‘DNA Pejuang’, PWI Kepri Resmi Dilantik dan Siap Perkuat Sinergi Daerah

17 Sep 2026 - 17:55 WIB

Bawa Spirit ‘DNA Pejuang’, PWI Kepri Resmi Dilantik dan Siap Perkuat Sinergi Daerah

PWI Kepri Tunda Penyerahan Anugerah Warta Marwah, Hormati Suasana Duka Batam

16 Sep 2026 - 05:38 WIB

PWI Kepri Tunda Penyerahan Anugerah Warta Marwah, Hormati Suasana Duka Batam
Trending di Batam