RiauKepri.com, PEKANBARU–Alhamdulillah. Hujan lebat yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak Jumat (18/9/2026) malam hingga Sabtu (19/9/2026) pagi membawa kabar baik. Udara yang sebelumnya diselimuti asap kini kembali bersih dan terasa segar.
Warga Pekanbaru pun menyambut hujan dengan rasa syukur. Langit yang sebelumnya kelabu akibat kabut asap mulai cerah, sementara udara terasa lebih nyaman untuk dihirup.
“Alhamdulillah, hujan turun begitu lebat. Syukur, asap sudah tak ada lagi dan udara terasa segar,” kata Linda, salah seorang warga Pekanbaru, Sabtu (19/9/2026).
Kabar baik itu diperkuat data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pada Sabtu pukul 07.00 WIB, konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Pekanbaru tercatat hanya 9,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³) atau masuk kategori Baik.
Angka tersebut menunjukkan perubahan drastis dibanding beberapa hari sebelumnya ketika kualitas udara Pekanbaru sempat berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya akibat tingginya konsentrasi asap dan partikulat.
Hujan yang turun semalaman tidak hanya membasahi jalan dan lahan, tetapi juga membantu menekan partikulat di udara. Kondisi itu membuat suasana Kota Pekanbaru pada Sabtu pagi terasa lebih segar setelah beberapa hari warga harus berhadapan dengan kabut asap.
Meski kualitas udara membaik, kewaspadaan terhadap karhutla tetap diperlukan. BMKG masih mencatat 91 titik panas di Provinsi Riau, dengan konsentrasi terbesar berada di Indragiri Hulu sebanyak 47 titik dan Indragiri Hilir 36 titik. Di Kota Pekanbaru sendiri masih terpantau satu titik panas.
Prakiraan BMKG juga menyebutkan hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Riau, termasuk Kota Pekanbaru. Hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang juga masih berpotensi terjadi di Pekanbaru pada pagi serta malam/dini hari.
Untuk sementara, hujan menjadi kabar baik bagi warga Kota Bertuah. Setelah hari-hari panjang ditemani asap, Sabtu pagi Pekanbaru kembali mendapatkan udara yang lebih bersih. (RK1)







