Kepulauan Riau catat lonjakan ekspor spektakuler awal 2025, didorong mesin listrik, migas, dan jalur laut strategis.
RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Di tengah dinamika ekonomi global, Provinsi Kepulauan Riau justru menunjukkan performa ekspor yang melesat. Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri merilis kabar menggembirakan pada Selasa (1/7/2025): ekspor Kepri sepanjang Januari hingga Mei 2025 tercatat mencapai US$10,41 miliar. Angka ini naik signifikan sebesar 34,75 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tak hanya sekadar angka, kenaikan ekspor ini mencerminkan denyut nadi perdagangan luar negeri Kepri yang semakin kuat dan strategis. Dengan geografis yang didukung pelabuhan-pelabuhan besar seperti Batu Ampar, Sekupang, hingga Tanjung Balai Karimun, Kepri bukan lagi sekadar pintu belakang, melainkan menjadi garda terdepan ekspor Indonesia.
Ledakan Ekspor di Mei 2025
Performa ekspor pada Mei 2025 sendiri menunjukkan lonjakan luar biasa. Nilai ekspor bulan itu mencapai US$2,38 miliar—meningkat 43,18 persen dibandingkan Mei 2024. Kontribusi terbesar datang dari sektor migas, yang tumbuh 38,77 persen dan menyumbang US$372,90 juta.
Namun bukan hanya migas yang menjadi bintang. Golongan barang mesin/peralatan listrik (HS 85) menyumbang hampir separuh ekspor nonmigas, dengan nilai fantastis US$4,2 miliar.
Mesin Listrik & Migas Jadi Tulang Punggung
Salah satu kekuatan ekspor Kepri datang dari sektor industri berteknologi tinggi. Barang-barang dengan kode HS 85, seperti mesin dan peralatan listrik, mendominasi ekspor nonmigas sepanjang Januari–Mei 2025. Produk-produk ini memiliki nilai tambah tinggi dan menunjukkan Kepri mulai bertransformasi dari basis manufaktur sederhana menuju kawasan industri maju.
Di sisi lain, minyak dan gas (migas) tetap menjadi andalan, terutama dalam memperkuat neraca perdagangan. Singapura menjadi tujuan utama ekspor migas Kepri, dengan nilai mencapai US$1,14 miliar atau 65,63 persen dari total ekspor migas.
Singapura dan AS Jadi Pasar Utama
Tak mengejutkan jika Singapura masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar Kepri, dengan kontribusi hampir 28 persen dari total ekspor. Hubungan geografis yang dekat serta integrasi ekonomi regional menjadikan Singapura mitra strategis yang tak tergantikan.
Di sektor nonmigas, Amerika Serikat memimpin sebagai mitra dagang utama. Negeri Paman Sam menyerap ekspor senilai US$2,12 miliar—sekitar seperempat dari total ekspor nonmigas Kepri.
Batu Ampar Jadi “Jantung Ekspor”
Pelabuhan Batu Ampar di Batam menjadi simpul vital perdagangan luar negeri Kepri. Nilai ekspor melalui pelabuhan ini menembus US$5,91 miliar, setara lebih dari setengah total ekspor provinsi ini. Disusul Pelabuhan Tanjung Balai Karimun dan Sekupang yang juga mencatat angka signifikan.
Namun dalam hal volume, Pelabuhan Tanjung Balai Karimun menjadi juara dengan 5,06 juta ton barang yang dikapalkan ke luar negeri. Diikuti Pelabuhan Kijang, Tarempa, dan Belakang Padang.
Perspektif Analis: Momentum dan Tantangan
Menurut pengamat ekonomi maritim, lonjakan ekspor ini tak lepas dari efisiensi pelabuhan, perbaikan infrastruktur logistik, dan pemulihan permintaan global. Namun ia mengingatkan, Kepri harus menjaga momentum ini dengan memperluas pasar ekspor dan meningkatkan kualitas produk industri.
“Kita perlu diversifikasi tujuan ekspor dan mendukung UKM agar juga bisa masuk pasar internasional,” ujarnya.
Penutup: Kepri di Persimpangan Emas
Dengan catatan ekspor yang impresif dan posisi geografis yang strategis, Kepri tengah berada di jalur cepat menjadi pusat industri ekspor nasional. Namun tantangannya kini adalah menjaga keberlanjutan pertumbuhan ini, melalui peningkatan SDM, infrastruktur pelabuhan, serta diversifikasi pasar.
Kepri tak hanya mengirimkan barang ke luar negeri—ia sedang mengirimkan sinyal kuat bahwa provinsi ini siap bersaing di panggung global. (RK9)
Editor: Dana Asmara









