Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak Ikuti Pelatihan Kompetensi Calon Guru di BGTK Riau Gas Metana: Pembelajaran Berharga dari Ledakan di Grand Polonia Medan Polsek Mandau Ungkap Kasus Penyalahgunaan Ekstasi, Dua Terduga Diamankan Dukung Program P4GN Persiapan Porprov Riau 2027, KONI dan Disporapar Meranti Mulai Matangkan Persiapan Polsek Bantan Siapkan Lahan Ketahanan Pangan, Gandeng Kelompok Tani Milenial Tanam Jagung Pipil Imigrasi Selatpanjang dan Kejari Meranti Resmi Jalin Kerja Sama Penanganan Masalah Hukum

Tanjungpinang

Bukan Industri, Kedai Kopi Jadi Penopang Ekonomi Baru Tanjungpinang

badge-check

Bukan Industri, Kedai Kopi Jadi Penopang Ekonomi Baru Tanjungpinang Perbesar

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menyusun ulang peta kekuatan ekonomi daerah. Uniknya, kedai kopi kini masuk radar pendataan, menjadi salah satu fokus sektor penggerak ekonomi lokal yang akan dikaji lebih mendalam.

Langkah strategis ini dibahas dalam pertemuan antara Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, bersama Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau, Margaretha Ari Anggorowati, dan Kepala BPS Kota Tanjungpinang, Yulia Tri Mardani, yang berlangsung di Ruang Rapat Mal Pelayanan Publik (MPP) Tanjungpinang, Jumat (11/7/2025).

Menurut Lis, pendataan berbasis statistik sangat krusial untuk menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Tanjungpinang, meskipun bukan kota industri besar, tetap memiliki kekuatan ekonomi unik yang layak dikembangkan—dan itu tak melulu soal pabrik atau perusahaan raksasa.

“Kami ingin melihat peluang lain yang bisa jadi lokomotif ekonomi. Salah satunya, fenomena menjamurnya kedai kopi di Tanjungpinang. Ini bisa kita data, kelola, dan dukung agar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” jelas Lis.

Ia menekankan, data statistik yang valid akan menjadi fondasi penting dalam mendesain kebijakan yang efektif dan sesuai kebutuhan daerah. Pemerintah Kota pun siap memberikan data awal dan dukungan penuh kepada BPS.

Di sisi lain, Kepala BPS Provinsi Kepri, Margaretha, menegaskan bahwa pihaknya akan memetakan potensi lokal hingga tingkat Satuan Lingkungan Setempat (SLS). Mulai dari sektor pertanian hingga ekonomi kreatif, termasuk usaha kuliner seperti kedai kopi, semua akan dipetakan sebagai bagian dari penguatan ekonomi mikro dan lokal.

“Kami akan mendata berbagai sektor potensial, termasuk kedai kopi, karena sektor ini tumbuh pesat dan menjadi bagian dari perputaran ekonomi kota,” ujar Margaretha.

Pendekatan ini diambil karena Tanjungpinang cenderung bergantung pada belanja ASN sebagai penopang ekonomi. Maka perlu terobosan baru untuk memperluas basis ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Program kolaborasi data ini akan dimatangkan hingga 2026, seiring pelaksanaan sensus pertanian nasional dan pemetaan ekonomi daerah. Harapannya, kebijakan pembangunan di Tanjungpinang tak lagi bersifat umum, tetapi berbasis bukti dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. (RK9)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Prakiraan Cuaca Kepri Selasa, 21 Juli 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah, Warga Diminta Tetap Waspada

21 Juli 2026 - 00:01 WIB

J-Robik Perkenalkan Senam Khas Johor di Tanjungpinang

20 Juli 2026 - 20:09 WIB

Merayakan Ulang Tahun ke-83 Rida K Liamsi Lewat Pembacaan Puisi dan Musik

20 Juli 2026 - 12:44 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri, Ahad 19 Juli 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Aktivitas Pelayaran Tetap Waspada

19 Juli 2026 - 00:01 WIB

Marina Ferry Rubah Jadwal, Jalan 2 Trip di Akhir Pekan Dorong Peningkatan Kepariwisataan Tanjungpinang dan Bintan

17 Juli 2026 - 11:07 WIB

Trending di Tanjungpinang