Menu

Otomatis
Breaking News

Pekanbaru

Belum Usai Lelah, Dhika Aura Farming Harus Bersiap “Berkayuh” ke Dubai

badge-check

Rayyan Arkan Dikha bersama Ibunya, Rani. Perbesar

Rayyan Arkan Dikha bersama Ibunya, Rani.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Rayyan Arkan Dikha baru berusia 11 tahun. Namun, tubuh kecilnya kini harus menanggung lelah yang tak kecil pula. Sejak namanya mendunia berkat gerakan “aura farming” saat tampil di Pacu Jalur Kuantan Singingi, Riau, Dikha belum sempat benar-benar istirahat. Hari ini, ia kembali mengemas koper, kali ini bukan hanya untuk Jakarta, tapi juga mungkin Dubai.

Tangan mungil yang dulunya hanya menepuk-nepuk udara di ujung jalur sebagai Togak Luan, kini menjadi magnet di banyak panggung. Mulai dari undangan televisi, ajang olahraga resmi, hingga panggung kenegaraan, semua menantikan tariannya. Aura farming, begitu publik menyebut gerakan menari di haluan perahu, kini membawa Dikha ke titik yang tak pernah dibayangkan keluarganya.

Namun di balik sorot kamera dan tepuk tangan, ada kelelahan yang mulai terlihat. “Dikha sudah nampak capek. Kemarin tiga hari di Jakarta, terus ke Pekanbaru. Dia bilang, ‘Capek, Bu’. Sekarang kami jaga betul istirahat dan kesehatannya,” ujar sang ibu, Rani Ridawati, saat ditemui di Pekanbaru, Sabtu malm (12/7/2025).

Padatnya jadwal membuat Dikha kadang merasa jenuh. Bukan karena tak suka tampil, tetapi karena ia masih anak-anak yang sebenarnya ingin bermain bebas. “Dia bilang bosan diatur-atur. Kalau kami minta coba gaya nari beda, dia kadang nggak mau. Tapi kami tetap dampingi, dan tentu senang juga karena Pacu Jalur dikenal dunia,” sambung Rani.

Hari ini, Ahad (13/7/2025), Dikha akan kembali ke Jakarta untuk tampil di acara penutupan Piala Presiden dan program televisi lainnya. Ia didampingi oleh Rani, ayahnya Supriono, serta seorang pendamping. Tapi bukan itu saja, undangan untuk tampil di Dubai juga sudah menanti. Sebuah perusahaan di Uni Emirat Arab tertarik membawa Dikha dan gerakan aura farming-nya ke Timur Tengah.

“Mereka ngajak kerja sama. Dikha diundang tampil tanggal 14 Juli ini, semua biaya ditanggung,” ujar Rani.

“Tapi belum kami pastikan berangkat, karena agendanya masih padat di sini. Lagi pula, kami lihat dulu kondisi kesehatannya,” ucap Ibunda.

Sebagai orangtua, Rani dan Supriono mengaku harus menyeimbangkan antara peluang dan kenyamanan anak mereka. Supriono, yang juga pendayung di jalur tempat Dikha menari, tahu betul betapa padatnya hari-hari terakhir ini. “Sejak Pacu Jalur tingkat rayon, belum ada istirahat. Dia pengen main sebenarnya. Kami bantu jaga semangatnya.”

Meskipun tidak menyangka putra mereka bisa sepopuler ini, pasangan asal Desa Pintu Gobang Kari itu menganggap semua ini sebagai berkah. “Tak nyangka, karena banyak juga anak Togak Luan lain. Tapi ini rezeki dia. Kami bangga. Apalagi, Pacu Jalur kini dikenal sampai luar negeri,” kata Supriono.

Gerakan Dikha yang dulunya hanya ditonton warga kampung, kini ditiru jutaan pengguna TikTok dari berbagai negara. Gerakan khas, menepuk udara, menggulung tangan, mengayun ke depan dan ke belakang, mengiringi irama mendayung puluhan lelaki di atas jalur, telah menjadi simbol baru warisan budaya Melayu.

Namun, bagi Rani dan Supriono, yang terpenting bukanlah viral atau tepuk tangan. Melainkan memastikan Dikha tetap menjadi anak-anak seperti semula yang sehat, riang, dan bebas bermain.

“Kalau sehat, Insyaallah kami berangkat (ke Dubai). Tapi kalau capek, kami tunda dulu. Kesehatan dan kebahagiaan Dikha lebih utama,” tutup Rani. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Purbaya Tawarkan SMI, Bupati Siak: Kita Mau Bayar Utang, Malah Disuruh Berutang

9 Sep 2026 - 14:21 WIB

Purbaya Tawarkan SMI, Bupati Siak: Kita Mau Bayar Utang, Malah Disuruh Berutang

Bupati Siak Aktif Mengawal Karhutla Meski Sedang Pendidikan KPPD Lemhannas

9 Sep 2026 - 10:49 WIB

Bupati Siak Aktif Mengawal Karhutla Meski Sedang Pendidikan KPPD Lemhannas

49 Tersangka Karhutla Ditangkap, 2.958 Hektare Riau Jadi Korban Api

7 Sep 2026 - 20:37 WIB

49 Tersangka Karhutla Ditangkap, 2.958 Hektare Riau Jadi Korban Api

Dimulai dari Siak, Semakin Banyak Kepala Daerah Menuntut Keadilan ke Pusat

7 Sep 2026 - 11:15 WIB

Dimulai dari Siak, Semakin Banyak Kepala Daerah Menuntut Keadilan ke Pusat

Asap Karhutla Kembali Paksa Anak Pekanbaru Belajar dari Rumah

7 Sep 2026 - 07:33 WIB

Asap Karhutla Kembali Paksa Anak Pekanbaru Belajar dari Rumah
Trending di Pekanbaru