RiauKepri.om, PEKANBARU — Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menjalin silaturahmi penuh kehangatan dengan Ustadz Abdul Somad (UAS) di Pesantren Nurul Azhar, Yayasan Tabung Wakaf Umat (YTWU), Pekanbaru. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari upaya mempererat sinergi antara elemen negara dan komunitas keagamaan demi memperkuat kebangsaan yang inklusif.
Dalam suasana akrab bertajuk Sembang Petang, Kapolri disambut keluarga besar pesantren dengan nuansa budaya Melayu yang kental. Pantun, syair, hingga puisi menjadi medium dialog antara tokoh-tokoh nasional yang hadir, termasuk Gubernur Riau Abdul Wahid, sastrawan Ramon Damora, musisi Tatang Yudiansyah, serta filsuf Rocky Gerung.
Kapolri menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi negara dan tokoh masyarakat untuk menjaga keutuhan sosial bangsa. “Saya senang bisa bersahabat dengan Tuan Guru Abdul Somad. Persahabatan ini menjadi bagian dari ikhtiar kita membangun Indonesia yang damai, terbuka, dan bersatu dalam keberagaman,” ujarnya.
Momentum kebudayaan pun dimanfaatkan untuk menegaskan agenda strategis Polri, seperti ketahanan pangan dan green policing. Ramon Damora menyampaikan puisi “Doa Sebutir Jagung” sebagai bentuk dukungan terhadap program panen raya jagung yang baru-baru ini digagas oleh Kapolri. Irjen Pol. Herry Heryawan, Kapolda Riau, turut menguatkan narasi melalui pendekatan ekologis dalam pengelolaan keamanan.
UAS menyambut baik kehadiran Kapolri, seraya menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen pada dakwah damai dan keterbukaan. “YTWU siap bersaudara dalam perbedaan, dan berbeda dalam semangat persaudaraan. Kami mendukung sinergi lintas sektor untuk Indonesia yang lebih baik,” ujar UAS.
Mengakhiri kunjungan, Kapolri menyerahkan bantuan pendidikan kepada 200 anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda. (Red)
Editor: Dana Asmara






