RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan karakter dan peradaban yang mampu melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Hal ini ia sampaikan saat meresmikan Masjid Al-Iltizam Yayasan Abdullah Dimyati Isman di Jalan Garuda, Tanjungpinang Timur, Jumat (18/7/2025). Dalam sambutannya, Gubernur Ansar mengajak umat Islam, khususnya di Kepulauan Riau, untuk tidak hanya memfungsikan masjid sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pembinaan masyarakat.
“Saya bukan lulusan sekolah agama. Tapi saya dibesarkan dalam lingkungan masjid. Di situlah karakter saya terbentuk. Masjid punya peran besar dalam mencetak pribadi tangguh dan berakhlak,” ungkap Gubernur Ansar.
Ia menilai masjid harus hidup dengan berbagai kegiatan positif yang mendidik, termasuk kajian ilmu, pelatihan kepemudaan, pendidikan Al-Qur’an, hingga forum diskusi moderasi beragama.
Lebih lanjut, Ansar menyebutkan bahwa Provinsi Kepri memiliki 2.046 masjid berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama per 6 September 2024. Potensi besar ini menurutnya harus dimanfaatkan untuk membina generasi muda agar berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Kepri memberikan insentif kepada 13.348 tokoh agama dan guru pendidikan non-formal, serta mengirimkan mubaligh ke 50 pulau terpencil guna memperkuat dakwah dan pembinaan di wilayah terluar.
Dalam konteks kerukunan, Gubernur Ansar juga menyinggung capaian membanggakan Kepri sebagai provinsi dengan indeks moderasi beragama terbaik nasional pada tahun 2023 dan peringkat kedua di 2024.
“Kepri adalah miniatur toleransi. Tapi dalam kebersamaan, kita juga harus terus memperkuat akidah dan semangat optimisme umat,” katanya.
Melalui revitalisasi peran masjid sebagai pusat ilmu dan moderasi, Gubernur Ansar berharap Kepri bisa menjadi contoh dalam mencetak generasi beriman, bertakwa, toleran, dan siap membangun masa depan Indonesia. (RK9)









