RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengambil langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan cabai dari luar daerah dengan melibatkan langsung masyarakat sebagai pelaku utama ketahanan pangan. Melalui Program Penyerahan Bantuan Bibit Cabai Gratis, sebanyak 45.000 bibit dibagikan secara serentak di tiga wilayah: Kabupaten Bintan, Kota Tanjungpinang, dan Kota Batam.
Peluncuran program ini dilakukan oleh Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad bersama Ketua TP-PKK Provinsi Kepri Dewi Kumalasari Ansar di Balai Benih Induk Provinsi Kepri. Dalam sambutannya, Ansar menekankan pentingnya gerakan menanam cabai sebagai upaya membangun kemandirian pangan berbasis rumah tangga.
“Program ini bukan hanya soal bagi-bagi bibit. Ini adalah gerakan sosial. Kita ingin masyarakat terlibat langsung menjaga kestabilan harga cabai melalui produksi sendiri,” ujar Ansar.
Gubernur juga menyatakan bahwa fluktuasi harga cabai yang kerap memicu inflasi harus diatasi dari hulunya, yaitu produksi lokal. Menurut data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kepri, kebutuhan cabai di Kepri mencapai 1.100 ton per bulan, sementara produksi lokal baru 850 ton.
“Dengan menanam di pekarangan, kita bisa menutup kekurangan 350 ton itu sedikit demi sedikit. Tak harus menunggu petani besar, masyarakat pun bisa ambil peran,” jelas Kepala Dinas Rika Azmi.
Masyarakat yang ingin mendapatkan bibit cukup membawa fotokopi KTP, KK, dan wadah sendiri. Setiap orang akan menerima 20 bibit cabai untuk ditanam secara mandiri di rumah masing-masing.
Ansar menegaskan pentingnya pemantauan dan evaluasi terhadap pertumbuhan bibit yang telah dibagikan. “Kita ingin program ini benar-benar tumbuh, bukan hanya simbolik. Karena itu akan ada pendampingan dan edukasi lanjutan,” ujarnya.
Selain soal ketahanan pangan, Pemprov Kepri juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan petani. Saat ini, lebih dari 9.400 petani telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan yang dibiayai APBD Provinsi.
“Petani adalah ujung tombak pangan kita. Mereka bukan hanya perlu didukung secara ekonomi, tapi juga dijamin keselamatannya. Ini bentuk perlindungan sosial yang nyata,” tambah Ansar.
Dengan gerakan menanam cabai ini, Pemprov Kepri berharap terjadi perubahan paradigma: dari masyarakat sebagai konsumen, menjadi produsen aktif di sektor pangan. Langkah kecil di pekarangan rumah, diharapkan membawa dampak besar bagi stabilitas harga, swasembada, dan kesejahteraan masyarakat Kepri. (RK9)
Editor: Dana Asmara








