Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Riau

JMSI Pelalawan Gelar Seminar Pers di Era Digital, Soroti Tanggung Jawab dan Ancaman Terhadap Kebebasan Pers

badge-check

Seminar pers JMSI Pelalawan. Perbesar

Seminar pers JMSI Pelalawan.

RiauKepri.com, PELALAWAN- Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Pelalawan menggelar seminar bertajuk “Hukum Pers di Era Digital, Antara Kebebasan dan Tanggung Jawab”, Kamis (17/7/2025), di Aula Bappeda Kabupaten Pelalawan. Kegiatan ini digelar untuk membahas tantangan dan ancaman nyata terhadap kebebasan pers di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Acara dibuka oleh Bupati Pelalawan H. Zukri yang diwakili oleh Asisten I Setdakab, Zulkifli. Dalam sambutannya, Zulkifli menyoroti bagaimana kecanggihan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), mengubah cara kerja dan tantangan dunia jurnalistik.

“Dulu informasi sulit didapat, sekarang justru melimpah dan cepat. Tapi di sinilah tantangannya: bagaimana memilah kebenaran dari kebisingan digital,” ujar Zulkifli.

Ketua JMSI Riau, H. Deni Kurnia, menyampaikan bahwa meski teknologi seperti AI bisa membantu kerja jurnalistik, nilai-nilai dasar seperti integritas, empati, dan keberanian tidak bisa digantikan.

“Di tengah derasnya disinformasi, jurnalis harus menjadi benteng terakhir dalam menjaga nalar publik. Bukan hanya cepat, tapi juga akurat dan bertanggung jawab,” tegas Deni.

Ketua JMSI Pelalawan, Erik Suhenra, mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap Undang-Undang ITE agar jurnalis tidak terjebak dalam persoalan hukum saat bekerja di ruang digital.

“Pers daerah harus mulai dari hal-hal mendasar. Profesional, paham hukum, dan menjunjung etika,” ujar Erik.

Dalam seminar ini, dosen dan praktisi hukum Dr. Syafriadi, SH, MH tampil sebagai narasumber utama. Ia menekankan bahwa kebebasan pers adalah hak konstitusional yang harus dibarengi dengan tanggung jawab moral.

“Jurnalis hari ini menghadapi tantangan yang lebih rumit: bukan sekadar sensor, tapi tekanan ekonomi, hoaks, kriminalisasi, hingga intervensi politik,” ungkap Syafriadi.

Ia menambahkan, wartawan tak hanya dituntut menyampaikan kebenaran, tapi juga berani menjaga independensi di tengah tekanan berbagai kepentingan.

Seminar turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Pelalawan, Faisal S.STP, serta puluhan peserta dari kalangan jurnalis, ASN, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lainnya.

Acara yang didukung oleh Pemda Pelalawan, PT Energi Mega Persada (EMP), dan PT Musim Mas ini menjadi ruang dialog lintas sektor dalam merespons dinamika pers modern. Seminar menyimpulkan bahwa kemerdekaan pers perlu terus dijaga, namun hanya bisa bertahan jika para jurnalis tetap memegang teguh prinsip kebenaran dan keberpihakan kepada publik. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Loye Tekak

24 Okt 2026 - 09:32 WIB

Loye Tekak

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon Hadiri Arak-arakan HKN di Riau Pagi Ini

18 Okt 2026 - 05:56 WIB

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon Hadiri Arak-arakan HKN di Riau Pagi Ini

Mahasiswa FIB Unilak Raih Sutradara Monolog Terbaik dan Juara II Terbaik di Festival Sagara Teater Internasional

17 Okt 2026 - 12:48 WIB

Mahasiswa FIB Unilak Raih Sutradara Monolog Terbaik dan Juara II Terbaik di Festival Sagara Teater Internasional

Pusaka Bernyawa

17 Okt 2026 - 08:28 WIB

Pusaka Bernyawa

Perkuat Tata Kelola dan Kepastian Hukum, BSP Gandeng Kejari Siak melalui Kesepakatan Bersama

16 Okt 2026 - 09:19 WIB

Perkuat Tata Kelola dan Kepastian Hukum, BSP Gandeng Kejari Siak melalui Kesepakatan Bersama
Trending di Riau