RiauKepri.com, PELALAWAN– Jalan Lintas Timur di Km 50, Desa Kiyap Jaya, hanya diterangi lampu kendaraan yang lewat sesekali. Tak ada yang menyangka, Minggu malam (20/7/2025), pukul 22.00 WIB, sebuah tragedi maut terjadi, delapan orang menjadi korban, lima diantaranya tewas.
Mobil travel yang membawa delapan penumpang menuju Sumatera Barat hancur di dasar jurang, ditimpa tumpukan kayu balak. Akibat kejadian itu, Khairul (49), sopir travel asal Agam, Sumbar, tak pernah sampai ke tujuan. Ia, bersama empat penumpangnya, meregang nyawa dalam kecelakaan beruntun yang dipicu kelalaian dan kondisi jalan yang gelap tanpa rambu. Lima nyawa hilang. Tiga lainnya luka-luka. Semua korban berasal dari Sumbar.
Kecelakaan bermula dari truk tronton yang mogok tanpa rambu di jalan menanjak. Di belakangnya, truk Hino bermuatan kayu balak tak mampu menanjak. Saat rem diduga blong, truk itu mundur tak terkendali, menabrak truk pertama, lalu menghantam mobil travel yang datang dari belakang. Travel terseret, terjun ke jurang, dan seketika ditimpa kayu balak yang tumpah.
“Tiga korban tewas di tempat, dua lagi meninggal di rumah sakit,” ujar Kapolres Pelalawan, AKBP Jonh Louis Letedara, Senin (21/7).
Tim Lantas, bersama warga dan alat berat, berjibaku mengevakuasi korban dari kendaraan yang remuk. Isak tangis pecah saat jenazah dikeluarkan satu per satu. Sementara jalur lintas sempat lumpuh total hingga beberapa kilometer.
Kini, polisi menahan sopir truk dan melakukan penyelidikan menyeluruh. Olah TKP dilakukan bersama tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Riau. Tragedi ini menyisakan luka, tak hanya bagi keluarga korban, tapi juga menjadi peringatan keras akan pentingnya keselamatan di jalan. (RK1)







